Polres Loteng Ingatkan Awasi Anak Cegah Pencabulan

kapolres lombok tengah akbp nurodin
kapolres lombok tengah akbp nurodin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Lombok Tengah – Kepolisian mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak. Lebih-lebih dalam penggunaan gawai. Untuk menghindari anak dari pengaruh buruk, khususnya penyimpangan seksual. Seperti terungkap pekan lalu, mengenai dugaan pencabulan bocah SD kepada kawan mainnya yang masih berumur 4,5 tahun.

Kapolres Loteng, AKBP Nurodin menegaskan, anak dengan lingkup lingkungannya, tentu terjerat pengaruh dari luar untuk bertindak amoral. “Makanya kalau kita lihat, tidak mumgkin anak punya inisiatif tanpa ada pemicunnya. Gadget kan sekarang sudah jadi kebiasaan di anak-anak. Perlu pengawasan,” ujarnya dikonfirmasi di Mapolda NTB.

“Orang tua kadang kegiatan anaknya sehari-hari tidak dilihat. Dibiarkan saja,” terangnya sambil menabambahkan, hal itu juga berlaku pada orang dewasa yang berada di lingkungan sekitar anak. Kepolisian pun tidak tinggal diam. Bhabinkamtibmas yang tersebar di tiap desa juga diberi mandat yang sama. Diberi bekal preemtif terkait perlindungan terhadap anak. Berikut Undang-undang yang melingkupinya.

“Kita juga banyak operasi semacam penyuluhan. Kepada orang tua agar melindungi anak dari handphone. Sekarang kita tetap sosialisasikan ke orang tua,” jelasnya. Mengenai penanganan kasus yang diduga terjadi sejak 3 Juli 2016 silam itu, Kapolres menjelaskan para terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan. Namun, ia menggunakan pola-pola tertentu sebab berkaitan dengan psikologis anak. “Masih pemeriksaan. Ini kan sama-sama di bawah umur,” ungkapnya. pihaknya pun berhati-hati dan sabar dalam melakukan pemeriksaan. “Pelaku korban ini juga kita pertimbangan traumanya.”

Ia menjelaskan, penerapan Undang-undang Perlindungan Anak akan dilihat dulu dari hasil pemeriksaan itu nantinya. “Dilihat nanti batas umur yang bisa mempertanggung jawabkan itu berapa? Anak di bawah umur itu kan pertimbangannya bisa (bertanggung jawab) tidak,” paparnya. “Kita kordinasi dengan Bapas. Kita lihat anak pertanggungjawaban itu dilakukan. Pemeriksaan tetap. Proses hukum mengacu pada aturan-aturan itu,” tutupnya.(azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close