Polda NTB Fasilitasi Untuk Cari Solusi Polemik Sekaroh

AKBP-KARSIMAN
AKBP-KARSIMAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram –  Polda NTB memfasilitasi mediasi soal kawasan Hutan Lindung Sekaroh, Selasa (26/7). Para pihak yang berseteru masih bertahan pada argumennya masing-masing. Polisi tetap mengambil jalan netral, walaupun berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah.

Kapolres Lotim, AKBP Karsiman menjelaskan, aparat kepolisian sedang menengahi perseteruan terkait penerbitan Izin Prinsip pengelolaan kawasan hutan lindung itu. “Rapat yang dipimpin Wakapolda, kita duduk bersama cari solusi. Mana yang berhak mana yang bisa dilindungi,” ujarnya ditemui di Mapolda NTB.

Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain, perwakilan Pemprov NTB, yakni Dinas Kehutanan, perwakilan Pemkab Lotim, yakni Sekda, PT ESL, PT Palamarta Persada, PT Tanah Hufa, PT Lombok Saka, PT OBRI, serta pejabat utama Polda NTB. Karsiman memaparkan, para pihak yang terlibat berseteru itu dalam rapat tersebut masih berpegang pada argumennya masing-masing.

“Masing-masing pihak masih mengklaim dirinya paling benar. Nanti secara hukum ada kajiannya, titik temunya dimana kita cari solusinya,” kata dia. Dalam rapat itu, gambaran umumnya masih sebatas mendengarkan pendapat para pihak. Belum ada usulan solusi yang konkrit ditelurkan. Di satu sisi juga masih ada perkara gugatan di PTUN Mataram yang masih belum ada keputusan. “Belum ada langkah diambil. Keputusan belum ada. (status quo) masih tetap. Belum ada tindak lanjut,” paparnya.

Ia mengutarakan, masalah tersebut menjadi perhatian masyarakat. Setelah masing-masing pihak menerjunkan kekuatannya. Pemkab dengan Satpol PP-nya dan Kemenhut RI dengan polisi hutannya. Polres Lotim sebagai pengaman kewilayahan mengantisipasi adanya benturan horizontal. Di kawasan hutan lindung yang berbatasan dengan Pantai Pink itu warga diimbau untuk tetap berada di luar lingkar seteru. Tetap berpihak pada yang benar menurut hukum.

“Masyarakat bisa potensi dibenturkan. Tugas kita di sana pemantauan sambil mengimbau agar tidak terpancing ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” sebutnya. “Siapapun yang mengelola nanti agar disyukuri. Karena itu nanti sebagai ladang mencari nafkah masyarakat. Jangan berpihak, nanti jadi mudah dibenturkan,” imbuh Karsiman. Menurutnya, kondusivitas kamtibmas masih dapat terjaga. Masyarakat terus diajak komunikasi untuk berpartisipasi menjaga keamanan daerah.(azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close