Tiket Palsu KLU, Dalami Hasil Investigasi

AKBP Wingky Adhityo Kusumo
AKBP Wingky Adhityo Kusumo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram– Polres Lobar mendalami dokumen hasil investigasi Pemda KLU terkait tiket palsu masuk kawasan wisata. Bukti fisik yang dikantongi masih butuh dilengkapi kembali. Ada dugaan bukti tiket telah dimusnahkan pelaku.

“Dokumen (hasil investigasi) lengkap kita punya. Kita akan pakai itu untuk pembanding. Kita koordinasi lagi (pihak terkait) untuk mendorong (diserahkan) itu,” terang Kapolres Lobar, AKBP Wingky Adhityo Kusumo ditemui di Mapolda NTB, akhir pekan lalu. Ia menyebutkan, bukti yang disampaikan tercetak di kertas HVS hasil print out masih perlu didalami kembali.

“Dari Pemdanya hanya print-print-an biasa. Dikasih satu lembar,” sebutnya. Mengenai bocornya PAD, Wingky menjelaskan pihaknya menemukan adanya indikasi di tahun sebelumnya. Diduga bahwa ada sejumlah dana yang tidak disetorkan.

“Beberapa sudah dikembalikan. Ada juga yang tidak dikembalikan. Itu yang kita kembangkan lagi,” ujarnya. Menurut catatan, tiket masuk kunjungan ke obyek wisata diduga palsu terkuak peredarannya awal Mei lalu. Sekilas, tiket tersebut memang mirip aslinya yang dicetak Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Arsip Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Namun setelah diteliti secara seksama, ternyata banyak perbedaan yang bisa mengarahkan tiket tersebut tidak asli alias palsu. Misalnya, tiket masuk Rekreasi Pantai, untuk pengunjung lokal dengan tarif sebesar Rp 2.000,-. Dilihat dari spesifikasinya, perbedaan dengan tiket asli antara lain, warna cetak buram dengan latar belakang yang sama. Komposisi warna tiket asli lebih cerah, sedangkan tiket aspal gelap dan pucat. Jenis kertas tiket palsu juga lebih tipis dibandingkan tiket asli. Nomor seri tiket asli dicetak 6 digit dengan angka depan 0 (nol), sedangkan tiket aspal memiliki 5 digit.

Antara tiket asli dan palsu juga dibedakan oleh tanda cetak porporasi (cetak bolong) yang tidak dimiliki oleh tiket asli. Jenis font tulisan baik pada kepala (kop) tiket maupun tulisan pendukung lain pada karcis, terdapat perbedaan. Tiket aspal menggunakan ukuran sedikit lebih besar.Jenis tulisan berbeda, termasuk pada nomor seri. Terakhir, detail tulisan keterangan yang menyebut acuan Perda dan Perbup pada karcis, terdapat perbedaan. Jika di karcis asli, terdapat garis miring yang memisahkan Perda dan Perbup, sebaliknya di karcis aspal, tidak ada garis miring.

Menurut DPPKAD KLU, sebelum dicetak Dispenda, memang Dinas Pariwisata yang mencetak, tetapi Kop Dinasnya tercantum Dinas Pariwisata. Di karcis ini, justru menggunakan format baru sesuai cetakan Dispenda, tetapi dengan beberapa perbedaan. Penyidik Satreskrim Polres Lobar menyelesaikan pemeriksaan sepuluh saksi terkait dugaan pemalsuan tiket penyeberangan Tiga Gili KLU hingga akhir Juni lalu, yakni saksi dari Dinas Perhubungan, Disbudpar, Koperasi Karya Bahari. Muncul indikasi kerugian Pemkab KLU dari pemalsuan tiket masuk obyek wisata itu.Polres Lobar memeriksa maraton sejumlah saksi. Mulai dari Kadisbudar KLU beserta bendaharanya. Juga Bendahara Koperasi Karya Bahari. Polres Lobar menemukan kejanggalan dalam pelaporan keuangan. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close