Polisi Temukan Tiket Palsu di Tiga Gili

AKBP Wingky Adhityo Kusumo
AKBP Wingky Adhityo Kusumo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram – Tim penyidik Satreskrim Polres Lobar menemukan bukti lembaran tiket diduga palsu. Modusnya, tiket dicetak dengan printer. Akibatnya, Pemerintah KLU kehilangan potensi PAD-nya sekitar Rp 100 juta lebih.

“Dari print-print-an gitu. Ada beberapa,” ungkap Kapolres Lobar, AKBP Wingky Adhityo Kusumo, SH MH. Hal itu berdasarkan bukti yang dikantongi pihaknya. Mengenai dugaan itu, sambung dia, dalam waktu dekat bakal dikordinasikan dengan Puslabor Cabang Denpasar.

“Bukti itu kita pastikan lagi. Kita kuatkan lagi,” terangnya. Meski sudah ditemukan indikasi adanya tiket palsu, Wingky menyebutkan tim penyidik masih mendalami unsur pidana yang bakal diterapkan. Sebab, dari dugaan pemalsuan tersebut juga timbul kerugian negara. “Ya dari data investigasinya kan ada,” terangnya. Hanya saja, lanjut dia, pihaknya masih akan memastikan angkanya terlebih dahulu. “Ini kita minta lagi tambahan data dari Dispenda,” ujarnya. “Apakah penggelapan atau pidana lain.”

Tiket masuk kunjungan ke obyek wisata diduga palsu terkuak peredarannya awal Mei lalu. Sekilas, tiket tersebut memang mirip aslinya yang dicetak Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Arsip Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Namun setelah diteliti secara seksama, ternyata banyak perbedaan yang bisa mengarahkan tiket tersebut tidak asli alias palsu. Misalnya, tiket masuk Rekreasi Pantai, untuk pengunjung lokal dengan tarif sebesar Rp 2.000,-. Dilihat dari spesifikasinya, perbedaan dengan tiket asli antara lain, warna cetak buram dengan latar belakang yang sama. Komposisi warna tiket asli lebih cerah, sedangkan tiket aspal gelap dan pucat. Jenis kertas tiket palsu juga lebih tipis dibandingkan tiket asli. Nomor seri tiket asli dicetak 6 digit dengan angka depan 0 (nol), sedangkan tiket aspal memiliki 5 digit. Antara tiket asli dan palsu juga dibedakan oleh tanda cetak porporasi (cetak bolong) yang tidak dimiliki oleh tiket asli.

Jenis font tulisan baik pada kepala (kop) tiket maupun tulisan pendukung lain pada karcis, terdapat perbedaan. Tiket aspal menggunakan ukuran sedikit lebih besar.Jenis tulisan berbeda, termasuk pada nomor seri. Terakhir, detail tulisan keterangan yang menyebut acuan Perda dan Perbup pada karcis, terdapat perbedaan.

Jika di karcis asli, terdapat garis miring yang memisahkan Perda dan Perbup, sebaliknya di karcis aspal, tidak ada garis miring. Menurut DPPKAD KLU, sebelum dicetak Dispenda, memang Dinas Pariwisata yang mencetak, tetapi Kop Dinasnya tercantum Dinas Pariwisata. Di karcis ini, justru menggunakan format baru sesuai cetakan Dispenda, tetapi dengan beberapa perbedaan. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close