Polda NTB Siap Dampingi Komitmen Tolak Radikalisme

Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs Imam Margono
Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs Imam Margono

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram – Polda NTB menyatakan dukungannya terhadap deklarasi antiradikalisme di Kota Bima. Pendampingan pada substansi gerakan tersebut bakal dilakukan secara berkesinambungan. Menggaet setiap elemen masyarakat agar turut serta melawan setiap aksi terorisme yang diawali paham radikal. Demikian disampaikan Wakapolda NTB, Kombes Pol Drs Imam Margono, Jumat (15/7) ditemui di Masjid Baitussalam Mapolda NTB.

“Bagus itu. Menjaga daerah itu bersama komponen lain, Polisi, TNI, Pemda, Masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, setiap elemen masyarakat harus memanfaatkan momentum tersebut. Agar tidak berakhir sebagai acara seremoni belaka. Sebab, berkesinambungannya inti acara itu bakal merubah stigma negatif basis gerakan radikal yang selama ini melekat di Bima.

“Komitmen kita (polisi) menjaga daerah di situ,” sebutnya. Namun, meski sebagai leading sector, polisi tetap tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dari pihak lain terutama masyarakat diperlukan guna mengatasi akar persoalan radikalisme agar tidak semakin berkembang. Aparat kepolisian, sambung dia, imbauan secara nyata ditunjukkan dalam pengawalan kehidupan sehari-hari. Meski demikian, penindakan hukum juga tidak akan mengendur. “Sifatnya imbauan. Ada batasannya juga, kalau melanggar hukum resikonya harus ditindak,” tegasnya.

Mengenai sejumlah warga Bima yang masih menjadi DPO jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah, mantan Kasat Brimob Polda NTB ini mengatakan perlu pengawasan lebih ketat. “Beberapa ada yang masih (ikut). Kita tidak bisa cegah satu persatu, tapi tetap kita dampingi (masyarakat),” ujarnya. Deklarasi antiradikalisme dan terorisme bakal digelar di Kota Bima, Selasa (19/7) mendatang.

Kegiatan yang digagas Pemda dan masyarakat Kota Bima bekerjasama dengan FKPT NTB itu bakal dihadiri Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan Wakil Ketua MK RI Anwar Usman. Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono juga dijadwalkan hadir. 5.000 peserta ditargeetkan menghadiri kegiatan di Lapangan Serasuba itu. Antara lain dari kalangan ASN, pemuda, pelajar, paguyuban, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat, baik dari Kota Bima maupun Kabupaten Bima dan Dompu.

Naskah deklarasi memuat tiga pernyataan sikap, yakni menolak segala paham dan aksi radikalisme dan terorisme; melawan dan memerangi segala paham dan aksi radikalisme dan terorisme; serta siap berperan serta aktif dalam pencegahan segala paham dan aksi radikalisme dan terorisme. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close