Kasus Alkes Tetapkan Tersangka Setelah naik Penyidikan

AKBP Heri Prihanto, SIK
AKBP Heri Prihanto, SIK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Matara0m– Setelah memastikan timbulnya kerugian negara diduga akibat penyimpangan pengadaan Alkes 11 Puskesmas, Polres Mataram mengagendakan gelar perkara di Polda NTB. Langkah itu diambil untuk menentukan proses hukum selanjutnya.

“Kita akan gelar perkara dulu ke Polda. Apakah nanti akan naik ke sidik, kita sesuaikan dengan hasil gelar,” tegas Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto SIK ditemui di Mapolres Mataram pekan kemarin.

Meski Polres Mataram telah menerima hasil Audit Investigasi dari BPKP Perwakilan NTB, lanjut dia, namun pihaknya tidak ingin buru-buru. Sebab, penanganan kasus korupsi mewajibkan kehati-hatian. Serta langkah cermat agar tidak ada kata mundur ketika sudah masuk proses lanjut. Seperti peningkatan status dari lidik ke sidik.

“Walaupun ada hasil BPKP, tetap kita gelar (perkara) dulu. Dari gelar itu (penentuan) naikkan ke sidik,” jelas Kapolres. Naik Sidik, Tetapkan Tersangka Menurut hasil Audit Investigasi BPKP Perwakilan NTB, Kapolres menyebutkan ada indikasi perbuatan melawan hukum sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara. “Kerugian Rp 200 sampai 300 juta,” ungkapnya.

Hal itu menjadi pijakan progresif dalam kasus yang ditangani sejak akhir 2015 silam. Secara normatif ia menjelaskan, ketika kasus dinaikkan ke tahap penyidikan maka akan dilakukan pemeriksaan kembali sejumlah saksi.Untuk memperkuat dua alat bukti yang cukup untuk penetapan pelaku perbuatan melawan hukum tersebut. “Kalau sudah naik ke sidik, langsung tetapkan tersangka. (saksi-saksi) diperiksa kembali, akan ada penetapan tersangka,” kata Kapolres.

“Setelah penetapan tersangka, langsung yang bersangkutan kita tahan.” Kendati demikian, dalam proses penyelidikan ini terindikasi adanya mark up harga dan ketidaksesuaian spesifikasi. Awal bulan Mei lalu, tim auditor BPKP turun ke lapangan. Selama dua pekan, dari tanggal 8 Mei hingga 15 Mei, BPKP turun cek lapangan. Salah satunya ke Pemkot Mataram. Melakukan audit investigasi. Audit investigasi BPKP itu berdasarkan permintaan Polres Mataram untuk melengkapi berkas keterangan saksi ahli.

BPKP juga diminta audit kerugian negara. Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram mematangkan penyelidikan kasus senilai Rp 1 miliar, yang dimulai pada 2015 lalu itu. Penyelidikan dugaan korupsi pada proyek pengadaan Alkes untuk 11 Puskesmas di kota Mataram ini telah memeriksa sejumlah nama, diantaranya pihak kontraktor pemenang tender, KPA, dan PPA pada Dikes kota Mataram.

Tender pengadaan alkes tersebut dimenangkan oleh PT. MM dengan nilai penawaran Rp. 1.015.000.000.000. Pagu anggaran yang bersumber dari APBN 2014 itu adalah senilai Rp. 1.029.797.000.000. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close