Polisi Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Polisi paksa putar balik mobil bak terbuka mengangkut penumpang di Jalan Raya Senggigi KM 3, Batulayar, Lobar
Polisi paksa putar balik mobil bak terbuka mengangkut penumpang di Jalan Raya Senggigi KM 3, Batulayar, Lobar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Giri Menang – Masyarakat yang merayakaan Lebaran Topat di Kawasan Senggigi masih banyak mengangkut penumpang dengan mobil bak terbuka. Tak ingin kecolongan jatuhnya korban jiwa, polisi melakukan tindakan tegas. Ratusan mobil dipaksa putar balik. Beberapa diantaranya diberi sanksi tilang. Masing-masing dua Personel Satlantas Polres Lobar dan personel Ditlantas Polda NTB tampak sibuk mengatur lalu lintas di simpang tiga Montong, Batulayar.

Quick Wins Program VI Tertib Sosial di Ruang Publik dan Penggerak Revolusi Mental diimplementasikan. Jalan raya Senggigi Rabu (13/7) padat kendaraan roda dua dan empat. Rerata dengan tujuan sejumlah pantai di kawasan pesisir barat Lombok. Abul Hamid misalnya. Warga Praya, Lombok Tengah itu bersama 11 orang sanak keluarganya berniat menuju Pantai Senggigi. Namun, begitu sampai di simpang tiga Montong, Batulayar mobilnya dihentikan paksa polisi. ia mengaku tidak mengetahui larangan penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut orang. ia mengamini perihal menjaga keselamatan keluarganya yang menumpang di bak.

“Iya kita paham. Makanya ini saya minta anak saya untuk balik ngambil mobil lain,” terang PNS Kemenag Lobar ini. Demikian juga dengan H Nursidi. Wiraswasta asal Kuripan Lobar itu pun sedianya bakal menghabiskan waktu bersama keluarga di Pantai Sengigi. Menghabiskan ketupat dan opor ayam yang disiapkan pagi harinya. “Kita tidak tahu ada larangan sepert itu,” ujarnya.

“Ini kan Pak Polisi sudah melarang. Disuruh putar balik kita,” katanya disambut riuh keluh kesah 10 anggota keluarganya yang masih di duduk di bak mobil. Lain halnya dengan Mardi, warga Kuripan, Lobar itu memilih untuk menuju tempat wisata lain setelah ditindak aparat kepolisian.

“Ya kita putar balik cari tempat lain. Di air terjun mungkin. Ini mau diskusi dulu sama keluarga,” ujarnya. Tak hanya itu, pantauan Suara NTB di lokasi, dua truk juga tampak mengangkut penumpang. Sekitar 15 orang berdiri di bagian bak truk. Tak ada ampun, demi keselamatan dan antisipasi kemacetan, truk bernopol Lombok Barat itu juga dipaksa putar balik.

Kapolres Lobar, AKBP Wingky Adhityo Kusumo SIK MH menegaskan, pihaknya sudah mewanti-wanti hal tersebut dengan memasang spanduk di sejumlah titik jalan strategis dari Sekotong hingga Senggigi. Ia menjelaskan, kontur jalan terjal dan menanjak di kawasan Senggigi mengharuskan pengguna jalan berhati-hati. Kendaraan bak terbuka mengangkut penumpang rentan kelebihan beban.

“Ada aturan larangannya. Kita tindak agar tidak membahayakan nyawa,” tegasnya ketika ditemui Suara NTB seusai apel pengamanan Lebaran Topat 2016 di Batulayar, Lobar. Pengaturan dan penjagaan lalu lintas di kawasan Senggigi cukup ketat. Setiap persimpangan jalan diisi minimal dua personel kepolisian. Di Lombok Barat dan KLU, kata Kapolres, ada 12 titik perayaan Lebaran Topat. Pihaknya mengantisipasi curanmor di tempat parkir, miras dan sajam, serta korban tenggelam di pantai.

“Laporan dari BMKG ombak cukup tinggi. Kita siapkan SAR dan Satpolair,” terangnya. “(Razia) miras di tempat kita lihat bagaimana perkembangan di lapangan. Karena itu berpotensi mengganggu kamtibmas.” Mengenai penindakan mobil bak terbuka mengangkut penumpang, Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Budi Indra Dermawan SIK MM di tempat sama menegaskan, hal itu telah diatur dalam Pasal 303 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ dengan ancaman pidana penjara satu bulan dan denda Rp 250.000. “Sudah kita sosialisasikan sebelumnya. Penindakan di lapangan sudah kita terapkan. Harapannya ke depan masyarakat dapat belajar dan jera tidak mengulangi lagi,” tandasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close