Lalu Lintas Lebaran, Jalanan Kawasan Ampenan Diatur Ketat

AKBP Heri Prihanto, SIK
AKBP Heri Prihanto, SIK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram– Tiga titik kawasan pantai pesisir Kota Mataram diprediksi menjadi konsentrasi kerumunan warga merayakan Lebaran Topat. Polres Mataram mengantisipasi titik rawan macet dan rawan kecelakaan. Buka tutup jalan dan contraflow diberlakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto, SIK didampingi Kabagops, Kompol Mujahidin menjelaskan, sejumlah titik rawan kemacetan itu antara lain, simpang tiga Jalan Raya Senggigi, Kebon Roek, Ampenan; Simpang Lima Jalan Yos Sudarso Ampenan; Simpang tiga pasar ACC, Ampenan; serta simpang empat Tanjung Karang, Ampenan. Selain jalan arteri, di sejumlah jalan kecamatan pun memiliki kerawanan sama, apalagi ruas jalan yang sempit seperti di Simpang tiga Ireng dan simpang tiga Gunung Sari.

Bagi warga yang ingin bepergian dengan kepentingan selain merayakan Lebaran Topat diharapkan untuk mengondisikan waktu perjalanan agar tidak terjebak macet. Sementara titik puncak perayaan Lebaran Topat, yakni Pantai Loang Baloq, Sekarbela; Pantai Ampenan; Makam Bintaro, Ampenan; serta Taman Narmada. Termasuk sejumlah wisata pantai baru lainnya seperti Pantai Gading, Pantai Sembalun, dan Pantai Mapak. Ia menyebutkan, kemacetan itu diprediksi bakal disumbangkan oleh pengendara roda dua, baik yang menuju titik puncak perayaan di Mataram maupun di sejumah titik di kawasan di Lombok Barat via Mataram. Terutama di jam puncak sekitar pukul 17.00 Wita.

“Bila perlu kita akan terapkan sistem buka tutup jalur di kawasan simpang tiga Montong ke arah Sandik menuju Gunung Sari. Kalau jalur pembuangan macet di Kebon Roek sudah tidak bisa diatasi lagi. Itu tergantung situasi,” jelasnya. Bagi pengemudi roda empat, Kapolres mengingatkan, agar warga tidak menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang. Sebab, hal itu rentan terhadap kecelakaan lalu lintas dengan korban yang tidak sedikit.

“Itu menyalahi aturan. Polisi akan ambil tindakan tegas. Kita tilang. Bisa kita tahan mobilnya,” ujarnya menegaskan. Selain itu, bagi pengendara roda agar memperhatikan lokasi parkir yang telah disediakan. Juga melengkapi kendaraan dengan kunci ganda. Untuk mengantisipasi aksi Curanmor yang memanfaatkan kelengahan warga yang tengah menghabiskan waktu berlebaran Topat.

Mengenai gelombang tinggi yang diprediksi menerpa sebagai kawasan pantai, Kapolres menyebutkan pihaknya telah berkordinasi dengan Ditpolair Polda NTB dan Basarnas. Dalam rangka melakukan pengamanan pantai. “Kita sudah minta backup Polair. Personelnya yang khusus punya kualifikasi SAR,” ungkapnya.

Polres Mataram sendiri mengerahkan sedikitnya 500 personel termasuk BKO Polda NTB dalam rangka mengamankan Lebaran Topat tahun ini. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close