Polisi Dalami Dugaan Pencurian Listrik Sunrise Hotel Gili Air

ILUSTRASI-PENCURIAN-LISTRIK
ILUSTRASI-PENCURIAN-LISTRIK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram– Pemilik Sunrise Hotel Gili Air melaporkan pengelola Mabimae Dive atas dugaan pencurian listrik. Pelapor menaksir kerugian senilai Rp 100 juta lebih per bulannya. Kasus yang terjadi sejak November 2015 itu kini masuk tahap penyelidikan Ditreskrimsus Polda NTB.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP I Komang Sudana, SH SIK MH menerangkan, pihaknya kini tengah mendalami peran terlapor yang diduga mengambil sambungan tanpa izin. “Kita dalami siapa yang memutus kabel dan siapa yang menikmati listrik dari sambungan milik orang lain itu,” jelasnya ditemui di ruang kerjanya Senin (12/7).

Ia menerangkan, kasus tersebut pada awalnya ditangani Ditreskrimum berkenaan dengan tindak pidana seperti diatur dalam pasal 362 KUHP. Namun, setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi, kasus mengarah pada tindak pidana seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Limpahan pidana umum bulan Novemer 2015. Karena ada undang-undang yang secara lebih khusus mengatur itu, maka dilimpahkan ke Ditreskrimsus,” sebutnya. Hari itu salah pemilik Sunrise Hotel Gili Air didampingi Penasehat Hukumnya tampak memenuhi panggilan penyidik. Dalam rangka memberi keterangan terkait laporan tindak pidana tersebut. Adapun sebagai pihak terlapor yakni MS, mantan direksi yang kini mengelola penginapan Mabimae Gili Air.

“Ada satu kontrak sewa lokasi dimana lokasi itu di kawasan Sunrise Hotel. Di sana terjadi kesepakatan kontrak,” ungkapnya. Dalam kontrak itu disebutkan, kontrak sewa listrik harus dapat izin. Namun yang terjadi, pada saat ditagih, pengelola Mabimae diduga tidak bersedia bekerjasama. Berdasarkan keterangan sementara pelapor, sambung dia, Mabimae Gili Air diduga menggunakan sambungan listrik yang bukan haknya.

“Aliran listrik diputus sambung. Jadi Mabimae diduga hanya membayar beban saja. Sementara Sunrise yang menanggung tagihan penggunaan listrik,” terang Sudana. “Dugaannya seperti itu.” Penyelidikan kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan. Substansi laporan masih didalami guna pengembangan pemanggilan saksi terkait lainnya. Diantaranya MS sebagai pihak terlapor. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close