Kejahatan Konvensional Menurun

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti
Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tribudi Pangastuti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram – Polda NTB mencatat penurunan kejahatan konvensional selama 11 hari pelaksanaan Operasi Ramadniya 2016. Namun, pelanggaran lalu lintas meningkat meski jumlah kecelakaan menurun. Hal itu dilihat dari perbandingan dalam periode yang sama dengan Operasi Ketupat 2015 lalu.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, MM menyebutkan, berdasarkan evaluasi sementara, kejahatan konvensional di seluruh NTB tercatat 57 kasus menurun dibandingkan tahun sebelumnya di periode masa operasi yang sama yakni 60 kasus.

“Didominasi pencurian dengan pemberatan (curat) 23 kasus,” sebutnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/7). “Menyusul Curanmor 22 kasus,” imbuhnya.

Kemudian secara berurutan pencurian dengan kekerasan (curas) sembilan kasus dan penganiayaan berat tiga kasus. Sementara dalam sebelas hari pelaksanaan Operasi Ketupat pada tahun 2015, tercatat 27 kasus curanmor, 26 kasus penganiayaan berat, delapan kasus curat, dan lima kasus curas. Adapun kasus menonjol diantaranya, curanmor roda empat Toyota Fortuner milik GM Angkasa Pura I yang diparkir di Lobby depan Lombok International Airport (LIA) pada Kamis (7/7) pekan lalu.

Tersangka yang ditangkap empat jam kemudian di Mataram itu ternyata mantan sopir berinisial HE (26) warga Sukarara, Jonggat, Loteng. Mobil bernopol B 1950 PJE ditemukan di Kampung Jempong, Sekarbela, Mataram. Sementara mengenai kasus kecelakaan lalu lintas, selama 11 hari pelaksanaan Operasi Ramadniya 2016 tercatat 45 kasus. Meningkat dibandingkan periode sama dalam Operasi Ketupat 2015 yang tercatat sebanyak 41 kasus.

“Korban meninggal dunia 16 kasus. Sementara tahun sebelumnya 14 kasus,” ungkap Tri Budi. Untuk korban luka berat disebutkan mencapai 11 kasus, menurun dibandingkan tahun 2015 yakni 16 kasus. Ia menyebutkan, pelanggaran sampai tanggal 10 Juli ini terjadi sebanyak 2.172 kasus dalam Operasi yang dimulai sejak 30 Juni lalu itu. “Tahun sebelumnbya sebanyak 2.008 pelanggaran.”

Dari sejumlah pelanggaran lalu lintas tersebut, sambung dia, pengendara dan pengemudi yang disanksi tilang mencapai 974, sementara diberi sanksi teguran sebanyak 1.198. Menjelang Lebaran Topat yang jatuh pada Rabu 13 Juli mendatang, ia menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

“Ini demi keselamatan berlalu lintas. Karena itu dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” tandasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close