Polda NTB Siaga Pasca Bom Solo

Polisi menyiagakan senjata laras panjang di Pos Pelayanan Karang Jangkong, Cakranegara buntut dari aksi teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo.
Polisi menyiagakan senjata laras panjang di Pos Pelayanan Karang Jangkong, Cakranegara buntut dari aksi teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tribratanewsntb.com Mataram– Pascabom bunuh diri di Mapolresta Solo, Polda NTB masih memperketat pengamanan dalam rangka Idulfitri 1437 H. Korps Bhayangkara itu menambah ratusan personel untuk memperkuat pengamanan. Terutama di pos-pos kepolisian dan titik konsentrasi keramaian masyarakat. Seperti tampak di empat pos Operasi Ramadniya 2016.

Setiap pos dilengkapi senjata laras panjang. Selain untuk pengamanan dalam rangka operasi sandi khusus identik arus mudik dan balik itu, keperluan menambah senjata juga sebagai antisipasi aksi teror maksimal. Kasatsabhara Polres Mataram, AKP Suherdi menjelaskan, hal merupakan perintah Kapolres AKBP Heri Prihanto langsung dalam rangka melindungi personel yang bertugas di lapangan.

“Sekarang dalam keadaan siaga,” ujarnya ditemui di Pos Yan Karang Jangkong, kemarin. Kondisi siaga satu berlaku untuk internal kepolisian. Menyusul teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Selasa (5/7).

Sebanyak empat pos Operasi Ramadniya 2016 dilengkapi senjata api berkekuatan peluru tajam dan peluru karet. Yakni di Pos Pelayanan Karang Jangkong, Cakranegara; Pos Pengamanan Kebon Roek, Ampenan; Pos Pengamanan Taman Narmada, Narmada; dan Pos Terpadu Terminal Mandalika, Sandubaya. Selain itu, penjagaan di pintu masuk Mapolres Mataram juga diperketat. Tampak personel Sabhara berjaga dengan senjata lengkap.

Kawal Pawai Takbiran, Polda NTB Terjunkan Gegana Brimobm Pengamanan juga tampak diperketat pada saat pawai takbiran Selasa (5/7) lalu. Sejumlah personel Penjinak Bom Gegana Brimob Polda NTB diterjunkan di setiap pos Operasi Ramadniya. Kepala Biro Operasi Polda NTB, Kombes Pol Dewa Putu Maningka Jaya menyatakan, penambahan personel dimaksudkan untuk memberi rasa aman maksimal kepada masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram.

“Kami terjunkan personel tambahan. Staf juga kita siapkan,” ujarnya. Ia menyebutkan, sejumlah 450 personel tambahan tersebar di wilayah Mataram. Tak luput pula penjagaan Mako Polda NTB. Operasi Ramadniya 2016, sambung dia, masih akan terus berlangsung hingga 15 juli mendatang. Polda NTB mengantisipasi kerawanan arus balik hingga lebaran topat yang lazim dilaksanakan di Mataram dan Lobar dan sekitaranya sepekan setelah hari raya Idul Fitri. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close