TEGANYA SEORANG ANAK HAMILI IBU KANDUNG

????????????????????????????????????
TERSANGKA SAAT DIINTROGASI OLEH PENYIDIK

Selong tribratanews.com Lombok Timur – Sungguh tega sekali seorang pemuda  tanggung berinisial i SP, 20 tahun warga Kampung Batean, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya ini, Entah apa yang merasuki dirinya hingga sampai tega meniduri ibu kandungnya yang berinisial NR, 40 tahun. Buah perbuatan anak durhaka ini, NR melahirkan hasil hubungan haram dengan anak kandungnya.

Perbuatan bejat SP terungkap setelah NR melahirkan seorang bayi mungil berklamin perempuan. Warga menemukan bayi tanpa dosa ini dibuang di tengah kebun pisang yang tidak jauh dari bibir Pantai Labuhan Lombok. Di hadapan  penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Timur, SP mengakui semua perbuatannya. Ternyata, anak durhaka ini meniduri ibu kandungnya karena di bawah pengaruh minuman keras (Miras).

Waktu pertama kali, SP memaksa dan mengancam ibu kandungnya. Sedangkan persetubuhan kedua tidak di bawah pengaruh Miras. Namun tetap memaksa sampai terjadi hubungan layaknya suami istri.“Yang ketiga sampai ke enam itu tidak saya paksa. Tinggal minta langsung dilayani,” ungkap SP.

Menurut pengakuan tersangka, ibunya sudah cerai sejak ia masih duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar. Bahkan ibunya juga pernah jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Sepulangnya jadi TKI, SP melampiaskan nafsunya ke ibu kandung.Ketika ditanya alasan menggauli ibu kandungnya, dengan santai dia menjawab tidak tahu. Ia hanya tiba-tiba ingin menikmati tubuh ibunya.“Saya sering tidur bareng ibu. Mungkin pengaruh setan saya melakuan itu,” tuturnya.

Dijelaskan, awalnya sang ibu tidak mengetahui kalau sudah hamil. Selama ini, permintaan sang ibu tidak banyak layaknya perempuan yang ngidam. “Saya tidak tahu kalau dia hamil,” ceritanya. Saat ibunya akan melahirkan pada Rabu (25/06) sekitar pukul 12.00 Wita lalu, SP mengantar ibunya menggunakan sepeda motor ke tengah kebun pisang. Proses persalinan tidak dibantu siapapun. NR berjuang sendiri. Anak tersebut lahir dalam keadaan normal dan sehat dengan jenis kelamin perempuan.

Panik dengan kehadiran sang bayi, keduanya memutuskan membuang bayi mungil tak berdosa itu. “Takut diketahui warga, saya meninggalkannya di tengah kebun pisang,” akunya. Saat ini, SP harus berhadapan dengan hukum. Sementara ibu kandungnya belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih lemah pasca melahirkan.

Kasat Reskrim melalui Kepala Unit (Kanit) PPA Polres Lombok Timur, AIPTU  I Nyoman Samba A saat dikonfirmasi membenarkan kasus ini. Namun, proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku masih dilakukan. Pihaknya belum bisa menetapkan pelaku dengan ancaman hukuman apapun karena ibu kandung pelaku belum bisa dimintai keterangan.

“Kita masih dalami, dan SP akan dijerat dengan Undang-undang perlindungan perempuan dan Anak (PPA) KUHP. Ancaman di atas lima tahun penjara. (ayief)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close