17 Bahan Peledak Berhasil Disita Polisi Dari 2 Kapal Nelayan

penangkapan nelayan bom ikan
penangkapan nelayan bom ikan

tribratanewsntb.com Bima – Cara penangkapan seperti menggunakan bahan peledak ini sangat membahayakan, selain menimbulkan kehancuran terumbu karang, ikan-ikan yang bukan incaran untuk dibom seperti kuda laut, kepiting atau jenis lainya akan ikut mati secara mengenaskan.

Itulah yang diantisipasi oleh Kepolisian Perairan Polda NTB daerah Bima, dengan melakukan beberapa patroli rutin, sabtu (21/5) berhasil mengamankan bahan peledak sejumlah 17 botol dari 2 kapal nelayan yang mereka periksa pagi itu.

Direktur Polair Polda NTB melalui Kasat Rolda kepada media tribratanewsntb.com menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti bahan peledak yang diduga kuat akan digunakan oleh para nelayan yang berada di perairan bima.

“Anggota yang memang rutin melaksanakan Patroli di wilayah Perairan Selat Sape Bima, melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal motor nelayan. Yang pertama kapal bernama lambung Satu Putri sekitar pukul 07.30 wita. Anggota menemukan sejumlah bahan peledak dalam kapal tersebut. Selang setengah jam berikutnya kapal nelayan Sinar Arfa juga diperiksa dan ditemukan lagi bahan peledak serupa.” Ungkapnya.

Diketahui kedua kapal tersebut bernama lambung Kapal Motor Satu Putri dan Sinar Arfa dengan nahkoda kapal berinisial  YD dan RH yang sekaligus pemilik kapal, masing-masing dari kapal tersebut pihak Kepolisian menyita 10 botol dari kapal Satu Putri dan 7 dari Sinar Arfa dan kini pelaku dan barang bukti telah diamankan oleh Polair Polres Bima untuk dilakukan pemeriksaan.

“Para tersangka yang telah diamankan ini patut diduga melanggar pasal 1 ayat 1 no 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan pasal 85 jo pasal 9 UU RI No 45 tahun 2009. perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang perikanan”. Imbuh Dewa. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close