Pemerkosa Bule Diancam pasal Berlapis

14 Mei, 2016
97 Views
ilustrasi

ilustrasi

tribratanewsntb.com Lombok Barat – Terduga Pemerkosa Bule Asal Australia insial ME (28) Asal kecamatan Tanjung terancam dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 21 tahun. Namun pelaku yang telah ditahan Polres membantah melakukan perkosaan terhadap SMB (31). Pelaku mengaku melakukan atas dasar suka sama suka.

Kepala Badan Operasional Reskrim Polres Lobar IPDA Teguh Kumara mengatakan korban telah pulang ke Bali kemarin. Rencananya korban akan langsung pulang ke Australia. Dituturkan, kejadian dugaan pemeriksaan pada Kamis (28/04) sekita pukul 17.00 Wita di Terawangan Resort dusun Gili Terawangan desa Gili Indah kecamatan Pemenang Lombok Utara.

Saat itu, korban SMB sedang tertidur pulas di bangku kayu tepi kolam renang. Korban merasa badannya ditindih dan sesuatu masuk dalam kemaluannya. Korban tersadar dan berteriak. Menurut keterangan saksi, Jasmin Helen Shaw asal Australia sempat melihat korban berteriak. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan villa tersebut. Sementara manager Villa Rinita Dita Maria sempat melihat korban dan pelaku cekcok di lobi. Mereka meributkan mengenai kejadian perkosaan tersebut.

Pihaknya sendiri telah melakukan visum terhadap korban di RS Bhayangkara Mataram. Berdasarkan keterangan dokter, terdapat luka baru dan luka lama. Selain itu, juga ditemukan sisa sperma pelaku di perut korban.

Saat ini satuan reskrim Polres Lobar mengamankan baju korban. Baju korban ini diduga untuk mengelap sperma yang dikeluarkan di perut korban. Selain itu, pihak Reskrim telah meminta uji laboratorium terhadap sisa sperma yang menempel tersebut . Dari sample tersebut akan dilakukan uji DNA untuk memperjelas siapa pemilik sperma tersebut. Satreskrim juga sudah melakukan olah TKP. Tim tengah mencari petunjuk penguat bukti dan saksi tambahan. Selain itu, kepolisian juga telah menghubungi konsulat Australia terkait tindak pidana ini.
“Pelaku dijerat pasal 285 tentang pemerkosaan dengan hukuman 12 tahun, dan pasal 289 tentang pencabulan dengan hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (azi)

You may be interested

Cegah Keributan Dan Kemacetan, Direktorat Sabhara Polda NTB Turunkan Unit Patroli Amankan Giat Masyarakat Nyongkolan
Umum
shares4 views
Umum
shares4 views

Cegah Keributan Dan Kemacetan, Direktorat Sabhara Polda NTB Turunkan Unit Patroli Amankan Giat Masyarakat Nyongkolan

DIT SABHARA - Okt 21, 2017

Mataram –  tradisi adat sasak  Nyongkolan merupakan sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok Nusa…

Cipta Kondisi Di Kabupaten Dompu, Tim Gabungan Sita Ribuan Liter Minuman Keras
Binkam
shares6 views
Binkam
shares6 views

Cipta Kondisi Di Kabupaten Dompu, Tim Gabungan Sita Ribuan Liter Minuman Keras

Polres Dompu - Okt 21, 2017

[caption id="attachment_41604" align="alignnone" width="300"] Proses penertiban minuman keras di kabupaten dompu[/caption] Dompu - Sebanyak kurang lebih 2.100 (dua ribu seratus)…

Dalmas Polda NTB Amankan Kegiatan Rutin Masyarakat di Hari Libur
Binkam
shares13 views
Binkam
shares13 views

Dalmas Polda NTB Amankan Kegiatan Rutin Masyarakat di Hari Libur

DIT SABHARA - Okt 21, 2017

Mataram - Lombok merupakan salah satu pulau dengan penduduk Muslim terbanyak nomor 3 di Indonesia dan memiliki satu bahkan lebih…

Leave a Comment

Your email address will not be published.