Dua Pemuda Diarak Keliling Pulau Karena Curi Barang Wisman

ilustrasi diarak di gili
ilustrasi diarak di gili

tribratanewsntb.com Tanjung – Dua orang pelaku pencurian barang milik wisman di Gili Trawangan, Rabu (27/4), harus menanggung malu atas perbuatannya. Keduanya masing-masing, Doni asal Narmada dan Samsul asal Ampenan, didapati mencuri Selasa (26/4) malam, sehingga diamankan oleh Security Islan Gili Trawangan. Sebagaimana diketahui, masyarakat 3 Gili menerapkan awig – awig atas setiap perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk mencuri. Sehingga pada Rabu kemarin, keduanya diarak oleh warga dan petugas, keliling pulau Gili Trawangan.

“Saya maling HP tamu, jangan ikuti perbuatan saya”, demikian tulisan secarik kertas yang dikalungkan di dada pelaku saat diarak.

Kadus Gili Trawangan, H. Lukman, kepada wartawan mengatakan, kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Pelaku melakukan aksinya pada Selasa dini hari sekitar pukul 3:00 Wita. Doni diketahui mencuri setelah korban melapor telah kehilangan. Berdasarkan bukti rekaman CCTV di hotel tempat tamu menginap, pelaku pun bisa diamankan.

Sementara Samsul, diketahui mencuri barang milik tamu dengan memanfaatkan kelengahan korban. Korban dan pelaku diketahui sama-sama menikmati live music dan menikmati minuman. Saat lengah, barang korban pun dipreteli pelaku. Dari barang bukti curian yang diamankan, diketahui diantaranya, Handphone jenis iPhone, Kamera dan tas yang didalamnya terdapat anting-anting.

“Dari keterangan pelaku, keduanya merupakan pekerja freeland di berbagai tempat hiburan. Sering mengalami pemecatan karena perbuatannya kerap meresahkan,” sambung Lukman.

Sebagai ganjaran atas perbuatannya, pelaku tidak akan diizinkan lagi menginjakkan kaki di 3 Gili. Bahkan foto-foto pelaku akan dipajang di seluruh tempat agar diingat oleh pengusaha dan masyarakat. Apabila kelak keduanya datang lagi, otomatis akan diusir.

“Salman sendiri memiliki catatan buruk dari security island karena pernah melakukan pengancaman terhadap wisatawan. Untuk itu warga sepakat untuk melaporkan pelaku ke aparat penegak hukum,” demikian Lukman.

Sementara itu, Kapolsek Pemenang Iptu Dewa Gede Meiriawan pada saat ditemui dilokasi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus kedua pencuri tersebut. Guna proses lebih lanjut, pihaknya menunggu laporan resmi dari korban. Sejauh ini, ujar Kapolsek, wisatawan kerap lebih memilih untuk menyelesaikan di tempat. Sebab mereka tidak ingin masa liburnya habis hanya untuk berurusan dengan kepolisian.

“Wisatawan yang masa liburnya habis, maka kasus hukumnya tidak bisa kita proses. Barang bukti yang dibutuhkan untuk menindak lebih lanjut tidak diambil oleh pemiliknya,” demikian Meiriawan. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close