Polda NTB Kebut Penanganan Kasus Parsel Lotim, Sejumlah Guru di Lotim Penuhi Panggilan Penyidik

Ilustrasi
Ilustrasi

tribratanewsntb.com SelongAparat kepolisian dari tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB kembali turun ke Kabupaten Lotim untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dalam penanganan kasus pembagian Parsel lebaran 2014 lalu senilai, Rp, 2,7 miliar untuk tahap kedua yang saat ini penyelesaian kasus tersebut sedang dikebut. Dalam pemeriksaan lanjutan untuk mengumpulkan keterangan itu, sejumlah PNS atau tenaga honorer dari unsur guru pada satuan pendidikan di Lotim memenuhi panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan.

Pantauan  diruang rapat Satuan Reserce Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim, Senin (25/4), suasana pemeriksaan terhadap sejumlah guru yang sudah dipanggil tampak alot dengan suasana yang tidak begitu menegangkan. Para penyidik yang berjumlah sekitar lima orang maupun guru yang diperiksa terlihat santai melakukan sesi tanya jawab dengan jendela dan pintu ruangan terbuka meski kemudian penyidik menutup pintu dan gorden jendela untuk menghindari proses pemeriksaan dari pantauan wartawan di ruangan yang berlokasi di lantai dua itu.

Pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 09:00 Wita itu berjalan lancar, terlihat satu persatu para guru ada yang keluar dan ada pula yang datang untuk memenuhi panggilan penyidik, raut wajah bagi guru yang keluar dari ruang pemeriksaan kelihatan sumringah walaupun jalan menghadap padangan kebawah. Sementara, bagi yang akan masuk terlihat tegang karena berurusan dengan aparat kepolisian atas kasus Parsel lebaran yang sudah lama diterimanya. “Kita ditanya mengenai Parsel 2014 lalu, pokoknya seputaran Parsel itu saja dan tidak ada yang lain,”ujar Wahyu, salah satu guru SMPN 6 Sikur Kecamatan Sikur dikonfirmasi usai diperiksa.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Lotim, Mahsin, S.Pd,MM mengaku tidak tahu atas diperiksanya sejumlah guru terkait Parsel Lotim 2014 oleh penyidik dari Ditreskrimsus Polda NTB. Pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian itu, kata Mahsin, tidak harus terlebih dahulu melayangkan surat ke Dinas Dikpora Lotim. “Tidak mesti ada izin dari kami untuk dilakukan pemeriksaan tehadap guru itu, namun apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian harus tetap kita dukung dalam memberantas tindakan-tindakan korupsi,”ungkapnya.

Sebelumnya penyidik dari Ditreskrimsus melakukan pemeriksaan pada PNS di sejumlah instansi pemerintahan lingkup Setdakab Lotim yang dilakukan selama satu minggu beberapa waktu lalu. Pemeriksaan terhadap para guru ditingkat satuan pendidikan Lotim ini rencananya akan dilakukan selama lima hari terhitung sejak hari ini, (kemarin,red). “Ini memang kedua kalinya kita turun, yang kita periksa guru semua yang menerima Parsel lebaran 2014 lalu, untuk pemeriksaan ini kita akan lakukan selama lima hari,”ujar salah satu penyidik saat dikonfirmasi. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close