Usai Periksa Saksi Penerima, Polisi Gelar Perkara Tentukan Tersangka Kasus Parsel Lotim

Ilustrasi
Ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Lanjutan pemeriksaan sejumlah saksi dalam penyidikan dugaan korupsi parsel Lotim, akan menukik pada penentuan tersangka. Mulai hari ini Senin (25/4) polisi melanjutkan pemeriksaan ratusan penerima.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Andy Hermawan, SIK menjelaskan, penyidikan masih terus berlanjut. “Setelah pemeriksaan saksi kita akan lakukan gelar perkara untuk penentuan tersangka,” terangnya di Mapolda NTB pekan lalu.

Penyidik akan merampungkan pemeriksaan 106 saksi dari sejumlah instansi. Pemeriksaan secara marathon dilakukan selama satu pekan ini.

Penerima bantuan parsel yang akan dipanggil itu dari kalangan PNS, pegawai honorer di kalangan instansi pemerintahan.Termasuk dari kalangan Jaksa, TNI dan Polri yang sudah diperiksa beberapa waktu lalu.

Tujuannya untuk memperdalam lagi penyidikan dugaan penyimpangan nomenklatur pengadaan paket yang disebut sandang pangan tahun 2014 lalu itu.

Nilai pengadaannya Rp 2,7miliar tahap kedua oleh Pemda, seharusnya diperuntukkan bagi fakir miskin. Namun ditengah jalanberubah peruntukkannya kepada PNS, honorer, TNI dan Polri.

Selama satu tahun, penyidik Ditreskrimsus Polda NTB sudah menangani dan mengusut kasus ini sejak dilaporkan pada2015 lalu. Tahap pertama anggaran untuk pengadaan paket lebaran ini,sebesar Rp12 miliar.Dalam nomenklaturnya diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Bantuan pertama sudah didalami. Hasilnya sudah sesuai dengan peruntukannya. Kemudian dalam tahap dua, anggaran kembali dicairkan sebanyak Rp2,7 miliar yang dibagikan ke 13.500 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tersebar di 114 Intstansi se-Kabupaten Lombok  Timur dengan nilai Rp168.000 per-parselnya.

Jumlah Rp2,7miliar inilah yang kemudian diselidiki oleh pihak kepolisian apakah sesuai dengan nomenklaturnya atau tidak. Adapun pencairan tahap tiga batal dilakukan oleh Pemkab Lotim karena adanya temuan dari kepolisian.

Kordinasi dengan BPKP

Andy mengatakan, seusai pemeriksaan saksi dan gelar perkara, kesimpulannya nanti bakal dibawa untuk berkordinasi dengan BPKP. “Untuk permintaan PKN (Penghitungan Kerugian Negara),” ungkapnya.

Sementara mengenai Audit Investigasinya, Andy menjelaskan bahwa saat ini pihaknya dalam posisi menunggu. “Kita menunggu. Hasil audit investigasinya seperti apa, kita tunggu sambil berjalan penyidikan,” pungkasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close