Mulai Dari Caci Maki Berlanjut Ke Penganiayaan

 

ilustrasi

tribratanewsntb.com – Sekotong Satuan Unit Reskrim Polsek Sekotong minggu (24/4) menerima laporan kasus penganiayaan yang dialami oleh Hardi 26th asal Telaga Lutpi Desa Sekotong Barat Lombok Barat. Penganiayaan tersebut terjadi kemarin Sabtu (23/4) sekitar pukul 21.00 Wita.

Penganiayaan ini awalnya disebabkan karena adanya saling caci maki antara pemuda Telegok dengan pemuda Telaga Lutpi melalui handphone sekitar pukul 17.00 Wita, kemudian 6 orang pemuda Telegok datang ke Telaga Lutpi bermaksud untuk menyelesaikan permasalahan caci maki melalui handphone tersebut dan saat itu juga sudah ada kesepakatan damai.

Masih dihari yang sama sekitar pukul 21.00 Wita pemuda Telegok sebanyak 25 orang datang kembali ke Telaga Lutpi, kali ini maksud kedatangan mereka bukan berniat baik mereka datang untuk menantang berkelahi.

Korban yang tidak menduga maksud kedatangan mereka dan merasa kalah jumlah korban mencoba untuk melarikan diri namun korban dapat dikejar oleh 4 orang pelaku dan langsung dianiaya sehingga mengalami luka pada mata sebelah kiri dan benjol di dahi akibat pukulan, selain itu para pelaku juga sempat menggunakan sajam yang diarahkan ke perut namun korban dapat menangkisnya.

Mendengar adanya keributan tersebut warga Telaga Lutpi keluar rumah untuk mengetahui apa yang terjadi, sedangkan para pelaku yang melihat kedatangan warga langsung melarikan diri meninggalkan korban.

Korban merasa keberatan atas penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekotong, “Kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh korban Hardi sudah kami terima dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan” ungkap Kapolsek Sekotong  Iptu Nurdin Ishak. (yos/wea)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close