Polda NTB Selidiki Pupuk Diduga Oplosan di Dompu

Ilustrasi
Ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Belasan Gapoktan di Kecamatan Pekat, Dompu terpaksa terhambat produksi tebunya. Lantaran pupuk yang akan digunakan, kandungannya diduga tidak seusai dengan spesifikasi yang tertera. Pupuk NPK yang dibeli dari dana Bansos itu berair dan tampak berlumpur. Sehingga urung dimanfaatkan.

Kasubdit II Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyidikan mengenai hal tersebut.

“Pupuk itu digunakan sebagai bagian dari program pengembangan tanaman tebu di Kabupaten Dompu pada tahun 2015. Dananya dari Bansos,” terangnya ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/4).

Kasus yang ditangani atas dasar laporan dari Gapoktan itu, telah bergulir pada sejumlah upaya penyelidikan hingga dinaikkan ke penyidikan. Telah dilakukan cek lapangan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Ia menyebutkan, pupuk yang diterima para Gapoktan tersebut diduga tidak sesuai komposisinya. “Kita cek lapangan, kita lihat langsung. Lalu kita kordinasi dengan instansi terkait. Diduga, tak sesuai kandungannya seperti kondisi selaiknya,” jelas Boyke.

Sebanyak 1309 karung pupuk NPK diamankan di Mapolsek Kempo. Masing-masing karung beratnya 50 kg, sehingga total beratnya 65,450 ton.

Hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa 14 saksi, diantaranya pelapor, sejumlah Gapoktan, supir pengangkut pupuk, serta pegawai Dinas Perkebunan Dompu.

Hasil pemeriksaan saksi-saksi tersebut, lanjut dia, didapati bahwa Gapoktan diberi keleluasaan memilih produsen. Setelah sebelumnya, Pemkab setempat melalui dinas terkait memfasilitasi sejumlah produsen melakukan sosialisasi.

“Petani memilih sendiri produsen mana yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka,” terangnya. Kuota pupuk yang diberikan bervariasi untuk setiap Gapoktan. Tergantung luasan area tanamnya.

Pemerintah setempat memberikan bantuan pupuk dalam bentuk uang via Bansos, yang kemudian dimanfaatkan petani untuk mengadakan pupuk. Pupuk NPK sendiri merupakan pupuk non-subsidi.

Saat ini pihaknya tengah menunggu hasil kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Telah Diambil sejumlah sample pupuk untuk diteliti komposisi Nitrogen, Fosfor, dan Kalium-nya.

“Kita masih menunggu hasil pengujiannya. Sambil menyiapkan langkah penanganan selanjutnya,” tandas Boyke. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close