Tangani Kasus Tipiring, Polsek Donggo Akan Utamakan Hukum Adat

16329

tribratanewsntb.com Bima – Mapolsek Donggo akan lebih menerapkan hukum adat untuk menangani kasus tindak pidana ringan (Tipiring) salah satunya kasus penganiayaan ditempat hiburan malam. Polsek setempat akan memproses hukum kasus tersebut terkecuali tindakan pidana murni akibat unsur kesengajaan.

Kapolsek Donggo, IPTU Safrudin kepada wartawan mengatakan (18/4), wilayah Kecamatan Donggo dan Soromandi, sangat kental dan identik dengan kasus penganiayaan pada saat acara hiburan malam.

“Ketika kasus ini sudah dilaporkan. Kami akan mencoba menyelesaikan dengan hukum adat,” ucapnya.

Kata dia, pihaknya tidak akan melanjutkan proses hukum pidana. Hal itu dilakukan untuk menghargai kelestarian hukum adat setempat. Lagi pula menurutnya, kasus tersebut termasuk tipiring.

“Tetap kita upayakan agar diselesaikan secara adat,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi agar kasus tersebut tidak terjadi lagi. Pihakya bersama Camat dan seluruh Kepala Desa Kecamatan Donggo dan Soromandi telah melakukan rapat koordinasi dan menyetujui agar hiburan malam tidak dilakukan diwilayah setempat.

“Surat edaran larangan hiburan malam sudah keluarkan oleh Camat. dan sudah disebarkan ke desa – desa diwilayah Kecamatan Soromandi dan Donggo,” jelasnya.

Sebab menurut dia, kebanyakan yang terjadi kasus kriminal diwilayah terjadi pada acara hiburan malam. Apabila warga atau pemuda ingin menggelar hiburan, diperbolehkan mulai dari pagi sampai sore. Dan harus ada jalur kordinasi dengan pihak Polsek setempat.

“Kalau ada koordinasi. Tentu kami akan menurunkan anggota ke lokasi yang menjadi pusat hiburan ini,” akunya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap bersiaga terhadap gangguan keamanan lainnya dengan selalu meningkatkan patroli wilayah.

“Kami juga di waktu-waktu tertentu melakukan razia. Kami harap Donggo dan sekitarnya tetap aman,” pungkasnya.(azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close