Revolusi Mental, Polisi Bakal Tindak Tegas Oknum Terlibat Narkoba

Ilustrasi
Ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Upaya pencegahan ke dalam terus digalakkan, mengingat masih terbukanya peluang oknum anggota kepolisian terlibat penyalahgunaan narkoba. Implementasi Quick Wins Program Enam, polisi sebagai penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik, dilakukan dengan menggiatkan sosialisasi dan tes urine anggota. Jika terlibat narkoba, sejumlah sanksi menanti.

Kasubbid Provos Bid Propam Polda NTB, Kompol I Wayan Lotera didampingi Kabid Humas, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, MM mengungkapkan, aturan terhadap siapapun anggota Polda NTB dan Polres jajaran terlibat tindak pidana sudah sangat jelas. Apalgi terkait kasus narkoba.

“Akan diproses secara internal. Tindakan disiplin, sidang kode etik, maupun sanksi pidana,” tegasnya, ditemui Senin (18/4) di Mapolda NTB. Fungsi penegakkan disiplin, lanjut dia, dilakukan tes urine di sejumlah satuan kerja sebagai bagian dari Operasi Bersinar 2016. Untuk mengecek dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkoba oleh anggota Polri.

Khusus untuk personel Bid Propam sendiri, kerjasama dengan tim Dokpol Rumkit Bhayangkara Mataram, telah memeriksa urine 60 personel akhir pekan lalu. Pun demikian dengan unit Propam di Polres dan Polsek jajaran di seluruh NTB.

“Belum ada indikasi anggota salahgunakan narkoba. Ini sebagai langkah pencegahan,” ujar Lotera. Meski demikian, sambung dia, pihaknya terus menggiatkan sosialisasi dengan terjun langsung ke sejumlah Polsek.

“Polisi sebagai representasi negara harus bekerja keras memberantas narkoba. Tetapi, bagaimana mau memberantas kalau kita sendiri di dalam tidak bersih? Itulah kenapa kita tegaskan penindakan ke dalam,” ujarnya.

Bekal sosialisasi dan penyuluhan ke dalam tersebut, kata Lotera, juga diaplikasikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dimulai dari lingkungan keluarga anggota polisi sendiri serta lingkungan sekitarnya.

“Polisi harus tertib sosial, menjadi contoh di masyarakat. Revolusi mental perang melawan hawa nafsu. Secara bertahap agar terwujud perubahan perilaku di masyarakat demi terjaganya kamtibmas,” pungkasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close