Bhabinkamtibmas Bantu Warga Manado Korban Trafficking

ilustrasi trafficking
ilustrasi trafficking

tribratanewsntb.com Praya – Dua orang warga asal Manado Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (16/4), mendatangi Polres Lombok Tengah (Loteng). Guna melaporkan dugaan trafficking yang dialaminya. Sekaligus meminta surat jalan untuk bisa pulang ke daerah asal. Lantaran semua dokumen kependudukan dan indentitasnya, ditahap oleh calo di Flores NTT.

Kedua korban mendatangi Mapolres Loteng dengan didampingi anggota Babinkantimas Desa Mertak Lombok Praya Tengah, tempatnya ditampung untuk sementara waktu. Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian tersebut berawal sekitar Bulan Maret lalu.

Kala itu, korban ditawari oleh seseorang untuk bekerja di Flores NTT. Dengan gaji sekitar Rp 2,5 juta perbulan. Para korban yang semula berjumlah lima orang, kemudian berangkat menuju Flores. Sesampainya didaerah tujuan, korban lantas diperkerjakan disalah satu cafe.

Namun ternyata, korban justru mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Dimana korban harus bekerja dibawah tekanan dan pengawasan yang sangat ketat. Bahkan, kerap kali korban mengaku mengalami penyiksaan. Sehingga membuat korban tidak betah.

Parahnya lagi, janji gaji sebesar Rp 2,5 juta ternyata tidak benar. Tapi korban malah dipaksa untuk menandatangi kontrak dengan gaji jauh dibawah standar yang ada. Sampai akhirnya, berkat bantuan salah seorang warga, para korban akhirnya berhasial kabur menggunakan jasa travel dari tempatnya bekerja.

Dari pelabuhan Flores korban kemudian menyebrang menuju Pelabu Sape Kabupaten Bima. Didalam perjalannya, korban bertemu dengan Jamhur, warga Desa Mertak Tombok. Yang terketuk untuk membantu para korban. Menggunakan mobil pick up, korban diangkut dan akhirnya ditampung dirumah Jamhur.

Dari lima korban, tiga orang korban masing-masing Pu (21), Ma (26) dan Ye (30), memilih tinggal sementara di rumah Jamhur. Lantaran tidak punya uang. Sementara dua temanya, langsung menuju Bali, menggunakan taxi. “Jadi dari tiga orang ini, dua orang langsung menuju Bali. Sedangkan tiga lainnya, memilih tinggal karena tidak punya uang,” tutur Bripka Jayadi, Babinkamtibmas Desa Mertak Tombok kepada wartawan.

Beberapa hari kemudian, para korban mencoba menghubungi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng untuk meminta bantuan. Namun lantaran tidak ada kejelasan, para korban akhirnya memilih untuk mendatangi Mapolres Loteng. Untuk meminta surat jalan sekaligus surat keterangan kepolisian, prihal identitas yang diduga hilang. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close