Pembakaran Bungalow di Pulau Moyo Bermotif Tanah

15 April, 2016
86 Views
Camat Badas Heri Diaz

SUMBAWA BESAR, (15/04/2016)

Kasus pembakaran bungalow dan mess karyawan serta merusak alat berat di Dusun Setema, Desa Labuan Aji Pulau Moyo, Kecamatan Badas, belum lama ini diduga bermotif tanah. Pasalnya ada ketidakpuasan sekelompok masyarakat terkait pembayaran tanah yang dianggap belum lunas. Padahal sebenarnya sekelompok masyarakat yang diduga sebagai pelaku tidak memiliki kaitan dengan tanah dimaksud.

Camat Badas, Heri Heriyanto Diaz  Kamis (14/4) mengungkapkan kronologisnya. Berawal dari jual beli tanah seluas 90 hektar milik 60 kepala keluarga (KK) masyarakat di Dusun Setema. Dalam proses jual beli itu, warga setempat mendelegasikan Alwi sebagai perwakilan untuk bernegosiasi dengan Daeng Syam—selaku pembeli. Disepakatilah harga jual per hektarnya Rp 35 juta sehingga totalnya mencapai Rp 3,150 milyar. Proses pencairan tanah dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama Rp 2,15 milyar atau per KK di Dusun Setema memperoleh uang Rp 34 juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Artinya masih tersisa Rp 1 milyar yang belum dicairkan pembeli. Mendengar adanya proses pembelian tanah ini warga di dua dusun lainnya yaitu Arung Santek dan Brang Kua, menuntut jatah. Padahal tanah yang dibeli investor itu milik warga Setema, dan tidak ada kaitannya dengan warga di dua dusun tersebut. Namun Kades Labuan Aji, Suhardi mengambil inisiatif membuat kesepakatan dengan masyarakat dua dusun itu akan membagi rata hasil penjualan tanah milik warga Setema. Kesepakatan itu tanpa sepengetahuan dan persetujuan warga Setema selaku pemilik hak. Kesepakatan itu dicapai melalui musyawarah yang dihadiri Ketua BPD, Ketua LPM, dan unsure kadus dari Brang Kua dan Arung Santek. Karena pencairan tahap pertama langsung ke rekening warga Setema, warga dua dusun ini ribut. Kembali Kades Labuan Aji membuat komitmen untuk membagikan sisa pembayaran tanah Rp 1 milyar kepada 197 warga di dua dusun tersebut. Akhirnya uang sisa itupun diserahkan Daeng Syam (investor) kepada Zulkarnain–orang yang dipercaya warga dari dua dusun itu, meski tanpa sepengetahuan 60 KK warga Dusun Setema selaku orang yang berhak. Namun yang sampai kepada warga Arung Santek dan Brang Kua hanya Rp 900 juta, atau Rp 4 juta per warga. Sedangkan Rp 100 jutanya diberikan kepada oknum tertentu. Artinya, uang penjualan tanah itu sudah diberikan lunas oleh investor. Rupanya masalah belum berakhir. Sekelompok warga dari dua dusun itu kembali menuntut sebagian uang penjualan tanah yang dicurigai berada di tangan Alwi. Padahal uang pencairan pertama itu sudah masuk ke rekening warga yang berhak menerimanya. Hal itulah yang menjadi pemicu peristiwa pembakaran Bungalow dan pengrusakan alat berat milik investor. Karena perbuatan sekelompok warga ini sudah masuk ke ranah hukum, Camat Heriyanto Diaz, menyerahkan penanganannya kepada pihak kepolisian.

Sementara Kades Labuan Aji Pulau Moyo, Suhardi gagal dikonfirmasi petang tadi. Beberapa kali dihubungi via telepon seluler, handphonenya tidak aktif. (HUMAS POLRES SUMBAWA)

You may be interested

Polsek Lambu Berhasil Membubarkan Perjudian Sabung Ayam Di Tiga Tempat
Reskrim
shares5 views
Reskrim
shares5 views

Polsek Lambu Berhasil Membubarkan Perjudian Sabung Ayam Di Tiga Tempat

Polres Bima Kota - Okt 16, 2017

[caption id="attachment_41288" align="alignleft" width="334"] Kapolsek Lambu Beserta anggota saat membubarkan perjudian sabung ayam[/caption] Bima Kota – Tidak henti-hetinya polisi memberantas…

Laporan Kapolres, Polda NTB Dapat Respon Baik Dari Masyarakat
Binkam
shares5 views
Binkam
shares5 views

Laporan Kapolres, Polda NTB Dapat Respon Baik Dari Masyarakat

adminpolda 2 - Okt 16, 2017

[caption id="attachment_37394" align="alignnone" width="600"] mako polda ntb[/caption] Mataram - Respon masyarakat terhadap kinerja Polda NTB menurut Wakapolda NTB Kombes Pol.…

Gelar Operasi Antik, Hari Pertama Polres Sumbawa Ringkus Pengedar Narkoba
Umum
shares9 views
Umum
shares9 views

Gelar Operasi Antik, Hari Pertama Polres Sumbawa Ringkus Pengedar Narkoba

Polres Sumbawa - Okt 16, 2017

Sumbawa Besar -  Operasi Antik Gatarin 2017 telah dimulai tepatnya pada pukul 00.00 Wita pergantian waktu tadi (16/10). Operasi dengan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.