Penyidik Tipikor Polres Lobar Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara Soal Korupsi BSS

12 Mei, 2016
57 Views
ilustrasi korupsi

ilustrasi korupsi

tribratanewsntb.com Lombok Barat – Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Lombok Barat saat ini masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Mataram mengenai kerugian negara yang diakibatkan dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Sejuta Sapi (BSS) dengan nomenklatur Bantuan Sosial (Bansos) penyelamatan sapi betina produktif di Desa Banyu Mulek Kecamatan Kediri senilia Rp 740 juta lebih. Setelah audit ini keluar, barulah Polres meentukan langkah penanganan selannjutnya.

“Kami tinggal menunggu hasil audit dari BPKP soal kerugian negara dalam kasus BSS Banyu Mulek,,”terang Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo senin kemarin (11/4).

Pihaknya telah menggelar ekspose, dan saat ini pihaknya hanya menunggu hasil pengauditan secara resmi ada tidak kerugian Negara (KN) atas Bansos itu. Jika hasil audit sudah selesai, maka pihaknya akan segera mengambil langkah selanjutnya. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan adanya kerugian negara dalam kasus bansos ini cukup besar. Namun untuk memperoleh detail resmi dari instansi mengenai Kerugian Negara (KN) yang diakibatkan Bansos ini. Pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP tersebut. Dalam penanganan kasus ini, pihaknya lebih mengkedepankan prinsip kehati-hatian, guna menghindari adanya celah dipra- peradilkan.

Dari sejumlah tahap, pihaknya telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa pihak baik pengurus kelompok dan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Lombok Barat. Namun, kemungkinan juga akan mengarah orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut. ìPerkumpulan bukti-bukti sudah selesai, makanya kami menyerahkan ke BPKP supaya diaudit KN-nya. Setelah hasilnya, baru bisa menetapkan tersangka itu. Kemungkinan adanya orang lain nanti akan dilihat perannya atas kasus ini. Intinya kami bertindak setelah hasil audit itu keluar,î bebernya.

Dugaan penyimpangan dana bantuan BSS ini berawal dari laporan masyarakat. Kelompok ternak Dasan Tawar Mandiri Desa Banyumulek menerima anggaran ratusan juta. Dana itu dihabiskan untuk pengadaan bibit sapi. Bantuan itu nilanya sekitar Rp 740 juta. Dalam perjalanannya, penggunaan anggaran ini diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) yang diusulkan Poktan. Sehingga, muncul indikasi yang merugikan Negara. Sebagaimana diketahui, kasus BSS Banyu Mulek masuk laporan ke ranah hukum pada tahun 2014 lalu. (azi)

You may be interested

Tim Opsnal Operasi Antik Gatarin 2017 Kembali Bekuk Pengedar Narkoba
Binkam
shares8 views
Binkam
shares8 views

Tim Opsnal Operasi Antik Gatarin 2017 Kembali Bekuk Pengedar Narkoba

Polres Lotim - Okt 18, 2017

[caption id="attachment_41389" align="alignleft" width="399"] DPO YANG BERHASIL DITANGKAP TIM OPSNAL OPERASI ANTIK GATARIN 2017[/caption] Selong  - Selang beberapa jam Tim…

Terlibat Perselisihan, Empat Warga Renda Dilarikan Kerumah Sakit
Binkam
shares7 views
Binkam
shares7 views

Terlibat Perselisihan, Empat Warga Renda Dilarikan Kerumah Sakit

Polres Dompu - Okt 18, 2017

Dompu - Akibat perselisihan antara dua kubu di Lingkungan Renda RT 12 Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, empat warga…

Kedapatan Bawa 100 Papan Tramadol, Dua Pemuda Wera Ini Diciduk Polisi
Headline
shares5 views
Headline
shares5 views

Kedapatan Bawa 100 Papan Tramadol, Dua Pemuda Wera Ini Diciduk Polisi

Polres Bima Kota - Okt 18, 2017

[caption id="attachment_41377" align="alignleft" width="300"] Dua orang pelaku yang diamankan oleh petugas[/caption] Bima Kota – Tak banyak yang diperbuat oleh FR…

Leave a Comment

Your email address will not be published.