Polres Loteng Bakal Kirim Penyidik Ke Jakarta Untuk Tuntaskan Kasus Bedah Desa

14 Mei, 2016
104 Views
ilustrasi

ilustrasi

tribratanewsntb.com Praya – Polres Lombok Tengah (Loteng) berencana akan mengirim penyidiknya ke Jakarta guna memeriksa dua saksi ahli tambahan. Untuk melengkapi catatan yang diberikan oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Terkait penuntasan berkas kasus bedah desa di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Loteng tahun 2012 yang tengah ditangani Polres Loteng.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Arjuna Wijaya, SIK., saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (9/4). Pemeriksaan saksi ahli tambahan tersebut, merupakan petunjuk yang diberikan oleh pihak Polda NTB beberapa waktu lalu. Dimana Polda NTB memberikan rekomendasi untuk menambah dua saksi ahli lagi. Diluar saksi ahli yang sudah dimintai keterangan sebelumnya.

“Dua saksi ahli tambahan ini bukan dari kementerian. Tapi berasal dari lembaga negara diluar kementerian,” jelasnya. Keterangan saksi ahli tersebut, dibutuhkan untuk melengkapi keterangan dalam berkas kasus bedah desa. Yang terkait peran dan fungsi dari Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) dalam pelaksanaan suatu proyek.

Pihaknya pun sudah menjalin komunikasi dengan lembaga negara tempat kedua saksi ahli tambahan tersebut bernaung. Dan, kini tinggal menunggu kesiapan dari saksi ahli bersangkutan untuk dimintai keterangan.

Awalnya, pemeriksaan saksi ahli tambahan tersebut direncanakan dilakukan di Loteng. Tapi lantaran terbentur kesibukan dari saksi ahli bersangkutan, maka pemeriksaan akan dilaksanakan di Jakarta. ìIstilahnya kita yang langsung jemput bola. Memeriksa saksi ahli tambahan tersebut langsung di Jakarta,î tambahnya.

Untuk waktunya, memang sangat tergantung dari kesiapan saksi ahli bersangkutan. Dan, sampai sekarang ini pihaknya masih menunggu kepastian dari saksi ahli bersangkutan. Namun dari hasil koordinasi terakhir, paling tidak minggu depan penyidik Polres Loteng sudah bisa berangkat ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.

Kasus bedah desa sendiri masih meninggalkan tiga tersangka. Dengan dua berkas yang masih tersisa. Masing-masing berkas dengan tersangka mantan Kepala Dishutbun Loteng, L. Is, selaku KPA pada proyek senilai Rp. 1,8 miliar tersebut. Ditambah PPK dan fasilitator pusat proyek yang didanai dari anggaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang dulu bernama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT).

Dalam proyek tersebut, ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 1,04 miliar, sesuai hasil audit perhitungan kerugian negara oleh BPKP perwakilan NTB. Dengan total tersangka sebanyak tujuh orang. Dimana empat tersangka lainya yakni pelaksaan kegiatan ditingkat desa serta konsultan proyek, saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Mataram.

“Prinisip kita, kasus ini harus tuntas. Apapun yang menjadi catatan dan rekomendasi jaksa, semaksimal mungkin akan kita penuhi,” tegasnya. (azi)

You may be interested

Tunjukan Kebersamaan dan Kekompakan, TNI – Polri di Dompu Gelar Olah Raga Bersama
Binkam
shares3 views
Binkam
shares3 views

Tunjukan Kebersamaan dan Kekompakan, TNI – Polri di Dompu Gelar Olah Raga Bersama

Polres Dompu - Okt 21, 2017

[caption id="attachment_41580" align="alignnone" width="300"] Tampak Kapolres Dompu dan Dandim 1614/Dompu memandu olah raga bersama[/caption] Dompu - Guna menjaga keutuhan dan…

Bawa Narkoba Pemuda ini Diciduk Polisi
Binkam
shares7 views
Binkam
shares7 views

Bawa Narkoba Pemuda ini Diciduk Polisi

Polres Kab Sumbawa Barat - Okt 21, 2017

[caption id="attachment_41574" align="alignnone" width="217"] tersangka dan barang bukti[/caption] Taliwang_ Satgas (Satuan Tugas ) Operasi Antik Gatarin 2017 Polres Sumbawa Barat …

Penyuluhan Tentang Bahaya Lahgun Narkoba
Reskrim
shares4 views
Reskrim
shares4 views

Penyuluhan Tentang Bahaya Lahgun Narkoba

DIT NARKOBA - Okt 20, 2017

Mataram _ Bamin Opsnal Dit Res Narkoba Polda NTB melaksanakan giat rutin untuk memberikan binluh tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada…

Leave a Comment

Your email address will not be published.