Di Bagu Cegah Bahaya Gerakan Radikalisme Dan Anti Pancasila Lewat Siskamling Udara.

aula desa sintung dalam rangka cegah paham radikalisme
aula desa sintung dalam rangka cegah paham radikalisme

tribratanewsntb.com – Pringgerata, Gagasan Siskamling Udara yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Bagu Lombok Tengah Bripka Didi Ismayadi menuai apresiasi positif dari warga binaannya pada pertemuan desa tadi pagi (7/3) di kantor Desa Sintung, Kecamatan Pringgerate Lombok Tengah, untuk mencegah adanya bahaya gerakan radikalisme dan anti pancasila yang menggeret siapapun dan dimanapun dengan iming-iming tertentu sehingga dapat terjerumus dan terhasut oleh aliran tersebut.

“Kita bisa kerahkan kelompok pengamanan swakarsa bersama BKD dengan bersinergi bersama Bhabinkamtibmas dalam mewujudkan rasa aman di tengah masyarakat dengan cara membentuk wadah  siskamling  udara” ungkap Didik.

Dalam pertemuan tersebut, bahasan mengenai adanya kesepakatan antar warga apabila mengetahui kelompok-kelompok yang patut dicurigai sebagai bentuk gerakan radikalisme atau menemukan sebuah kejadian yang dianggap mencurigakan seperti tindak kriminal, bisa saling menghubungi antara pengamanan swakarsa bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat via patroli udara.

“Kita bangun komunikasi dan secara aktif saling memberikan informasi  menggunakan sarana komunikasi ( HT ) tentang pergerakan orang-orang yg patut di curigai atau para pelaku  tindak pidana sehingga dapat segera di antisipasi” tambahnya.

Penggunaan HT (Handy Talky) pada masing-masing perangkat desa dan masyarakat dalam kesepakatannya, agar secara bersinergi dalam penyampaian informasi- informasi penting, supaya apabila ada suatu kejadian bisa diatasi sedini mungkin dan tidak menyebar.

“Dalam wacananya yang memegang HT untuk sementara sementara adalah Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Kepala Dusun dan beberapa Ketua Gapoktan dan swadaya masyarakat sudah sekitar terdaftar 5 HT” tambahnya.

Namun bagaimana dengan ijin HT itu sendiri?. “Untuk ijin kita akan urus setelah beberapa desa memiliki perangkat tersebut, sementara kita bergabung dengan Orari” terang Bripka Didik.

Paham radikalisme ini bisa ditangkal dan dicegah apabila adanya kesinergitasan masyarakat dengan para perangkat desa agar terciptanya rasa aman dan ikut pro aktif warga untuk mengetahui apabila adanya paham-paham yang tidak sesuai atau diluar koridor yang sudah ditentukan oleh pemerintah, segera dilaporkan dan tidak main hakim sendiri. (yos)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close