PROVOKATOR AKHIRNYA DITANGKAP

6 April, 2016
100 Views
Foto Tersangka Bersama Tim Elit Sabhara

Foto Tersangka Bersama Tim Elit Sabhara Polres Lombok Timur

Selong Polres Lotim berhasil menangkap tiga orang tokoh dan pengurus Kelompok Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Lendang Tengak, Desa Senang Galih, Kecamatan Sambelia, Lotim. Ketiga orang ini masing-masing Haenun alias Amaq Em, PM, keduanya warga Desa Senanggalih, dan Amaq Hm, warga Labuhan Pandan.

Pertama dilakukan penangkapan PM, 30 tahun yang menjabat Sekretaris KPHP Lendang Tengak di rumahnya di Senanggalih sekitar pukul 02.00 Wita. Penangkapan dilakukan oleh tim elit Sabhara Polres Lotim bersama dengan PPNS Kehutanan. Kemudian sekitar pukul 16.30 Wita dua orang lainnya yang merupakan Ketua KPHP Lendang Tengak, Amaq Em, dan Bendahara Kelompok, Amaq Hm.

Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Haris Dinzah, SIK mengatakan PM ditangkap di rumahnya atas tuduhan menyuruh dan mengorganisir penggunaan kawasan hutan di wilayah Lendang Tengak, Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia. “Pihak Polres diminta bantuan melaksanakan penangkapan oleh Dinas Kehutanan, berdasarkan penyelidikan Dinas Kehutanan, dan dari hasil penyelidikan Dinas Kehutanan yang bersangkutan dianggap melanggar UU nomor 18/2013 tentang Pemberantasan dan pengerusakan hutan,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan pasal 94 (1) huruf a jo Pasal 98 huruf a UU RI no 18 tahun 2014, tentangpemberantasan  dan pencegahan perusakan hutan dengan  ancaman hukuman penjara paling singkat 8 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling sedikit Rp. 10 miliar dan paling banyak Rp. 100 miliar.

Ketiga tokoh KPHP Lendang Tengak Senanggalih ini yang sekitar awal tahun 2013 lalu juga memprovokasi masyarakat untuk melakukan perusakan terhadap pembibitan tananam hutan milik PT Sadana di Desa Senanggalih. Dari sumber lainnya menyebutkan jika mereka juga telah menjual kawasan hutan ini berkisar dari Rp. 10 juta hingga Rp. 40 juta per satu lokasi, sekitar satu hingga dua hektar.

Sementara Kades Senanggalih, M Yusuf, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa luas lahan hutan di Lendang Tengak yang bermasalah dan diklaim dikuasai kelompok ini adalah sekitar 750 hektar. “Sekitar 99 persen penguasaan lahan hutan ini oleh masyarakat dari luar desa Senanggalih, bahkan luar Kecamatan Sambelia,” katanya. Sehingga kondisi ini sangat membuatnya sangat prihatin selaku kepala desa, yang justeru masyarakatnya hanya sekitar satu persen yang mengelola kawasan hutan ini.

You may be interested

Peresmian Gedung Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda NTB
Umum
shares4 views
Umum
shares4 views

Peresmian Gedung Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda NTB

spripim ntb - Jan 17, 2018

[caption id="attachment_46544" align="alignnone" width="960"] Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, M.Si memotong tali peresmian Gedung Tahti Polda NTB[/caption] Mataram - Pukul…

Cegah DB Biddokkes Polda NTB Laksanakan Fogging
Umum
shares7 views
Umum
shares7 views

Cegah DB Biddokkes Polda NTB Laksanakan Fogging

dokes - Jan 17, 2018

[caption id="attachment_46525" align="alignnone" width="853"] Tim foging Biddokkes Pengasapan Selokan Polsek mataram.[/caption] Mataram-untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang dapat mengancam…

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Burung di Pelabuhan Lembar
Binkam
shares14 views
Binkam
shares14 views

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Burung di Pelabuhan Lembar

Polres Lobar - Jan 17, 2018

Lembar - Polres Lombok Barat kembali mengamankan ribuan ekor burung berbagai jenis yang akan dibawa keluar dari pulau Lombok menuju Bali,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.