Diduga Bandar Sabu, Oknum ASN Dikbur Lobar Jadi Buronan Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), SK (41) kini menjadi buronan polisi. Kepala Cabang Dinas (KCD) UPTD Dikbud Lobar Kecamatan Lingsar itu melakukan aksi perlawanan hingga kabur pada saat dilakukan penggeledahan di rumahnya di Dusun Bug-bug Utara, Desa Bug-bug, Kecamatan Lingsar, Rabu (23/3).

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB melalui Kanit II, AKP Agus Dwi Ananto, Kamis (31/3) di Mapolda NTB mengatakan, dari penggeledahan di rumah pelaku sekitar pukul 11.00 Wita itu, polisi menemukan barang bukti satu bungkus kristal putih diduga sabu di dalam kotak VCD di lantai kamar tidur pelaku.

“Seberat 0,2 gram dan satu bungkus lagi seberat 0,25 gram. Yang bersangkutan diduga merupakan Bandar,” sebutnya, menganalisis temuan 24 plastik klip kosong yang digunakan untuk membungkus sabu siap jual. “Warga di sana juga resah karena di rumah pelaku sering ada pesta narkoba.”

Ditemukan pula satu tutup botol warna biru yang dirangkai dengan pipet tiga buah sumbu yang digunakan untuk mengonsumsi sabu, dua korek api gas, dan enam potongan pipet. Penggeledahan yang disaksikan kepala dusun setempat itu membuat pelaku kalut.

“Sudah kita pegang tangannya. Tetapi dia melawan kemudian kabur lewat pintu belakang rumahnya,” ujar Agus. Saat ini polisi telah menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang terhadap pelaku SK, bernomor DPO/10/III/2016/Ditresnarkoba, ditujukan kepada seluruh Kapolres jajaran se-NTB untuk memburu pelaku.

Dalam surat DPO itu, disebutkan pelaku beralamat di Jalan Gora II, Bug-bug Utara Timur RT 001, Desa Bug-bug, Lingsar, Lombok Barat. Dengan ciri-ciri fisik khusus, tinggi 175 cm, rambut hitam pendek lurus, hidung biasa tidak mancung, dan berbadan gemuk.

Pencarian tersebut atas dasar yang bersangkutan melanggar pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Dia membawa, memiliki, menjual, dan menguasai barang terlarang narkotika jenis sabu,” jelas Agus.

Gerebek Bandar Residivis Narkoba Tiga Kali Keluar Masuk Penjara

Komitmen kepolisian memberantas narkoba tanpa memandang jumlah barang bukti dan pekerjaan para terduga pelaku, diwujudkan dengan kembali ditangkapnya kawanan pelaku yang tengah berpesta di salah satu rumah di Lingkungan Karang Timbal, Punia, Mataram. Penggerebekan pada Senin (26/3) sekitar pukul 13.00 Wita itu, polisi menciduk tiga orang pelaku, yaitu PG (42), RP (25), dan SA (23).

Penggeledahan dilakukan di pekarangan rumah PB yang tak jua kapok setelah tiga kali keluar masuk penjara itu, polisi menemukan barang bukti yang disimpan di dalam botol minyak rambut. “Disembunyikan di lubang di sela-sela tembok rumah,” ungkap Agus.

PB merupakan langganan penjara atas kasus yang sama berulang hingga tiga kali, terhitung sejak 2003 sampai tahun 2014. Yang bersangkutan baru saja keluar dari penjara empat bulan silam. “Belum lama ini keluar dari penjara karena divonis bersalah atas kasus yang sama,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan polisi, di dalam botol minyak rambut ditemukan enam poket kristal bening sabu seberat 0,53 gram, satu bungkus besar plastik klip transparan, satu buah dompet milik PB berisi uang diduga hasil transaksi narkoba sebesar Rp 3 juta, dan empat telepon genggam.

Penggeledahan badan pelaku RP ditemukan uang senilai Rp 1.004.000 dan satu telepon genggam. “Dia ini perannya melakukan transaksi, menerima pembayaran. Bisa dikatakan dia ini kurir. Bandarnya itu PB,” ungkap Agus. Para pelaku disangkakan pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close