Polda NTB Libatkan “Cyber Crime” Mabes Polri Cari Direktur RSUP Yang Hilang

11 April, 2016
93 Views
Cyber-Crime-Ilustrasi

Cyber-Crime-Ilustrasi

tribratanewsntb.com Mataram – Sejauh ini belum ada yang signifikan dari upaya pencarian Direktur RSUP NTB, dr. Mawardi Hamri, MPPM. Polda NTB pun membentuk tim khusus,hingga melibatkan “cyber crime” Mabes Polri. Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Umar Septono, SH, MH mengakui usaha mencari Mawardi Hamri belum menunjukkan tanda tanda.

“Belum ada yang signifikan, tapi upaya sudah maksimal dengan bentuk tim khusus,” kata Kapolda ditemui di Hotel Santika Mataram, Selasa (29/3). Bahkan pihaknya sudah menyebar informasi dan memasang foto di media massa, dengan harapan bisa membantu pencarian. Apalagi kesulitannya saat ini, handphone Mawardi sudah off.

“Tapi kapan hidupnya Hape itu nanti pasti akan ketahuan posisi terakhirnya dimana,” sebut Kapolda. Guna memaksimalkan pencarian, pihaknya bekerjasama dengan Cyber Crime Mabes Polri dengan kekuatan jangkauan lebih jauh dan dilengkapi teknologi yang cukup mendukung. Selain Mabes Polri, secara khusus dilibatkan juga Polda Jawa Timur.

“Nanti siapa yang tau duluan, dia informasikan ke kita,” terangnya. Soal Polisi yang dinilai lamban mencari keberadaan pejabat kelahiran Lombok Timur ini, menurutnya kendala berat pada petunjuk yang bisa mengarah ke Mawardi dan orang yang membawanya saat itu. Karena saat hilang Rabu lalu, Mawardi Hamri tidak dalam paksaan orang tertentu. Saat itu saksi yang tinggal bersama Mawardi pun diakuinya tak bisa memberikan informasi lengkap, karena hanya melihat sebuah mobil Hitam menjemput dengan posisi tanpa paksaan. Masalah lain, ketika Mawardi hilang Rabu lalu, hari berikutnya merupakan libur nasional, berlanjut akhir pekan. Sehingga banyak instansi yang tutup dan sumber sumber yang bisa dikorek informasinya tak bisa diperoleh keterangan.

”Semua instansi yang kita hubungi libur. Sehingga belum maksimal kita koordinasi lintas sektoral,” terang dia. Apakah sudah bisa ditemukan motif tertentu? Kapolda belum berani memastikan. Sebab belum ada saksi yang dianggap mendukung. Informasi dari berbagai pihak pun belum bisa dijadikan petunjuk kuat.

“Soal penculikan pun belum bisa dikatakan demikian,” tegasnya. Ditanya soal upaya terbaru, pihaknya sudah berkoordinasi juga dengan sejumlah bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini untuk mengecek posisi transaksi terbaru dari Mawardi Hamri. Dari transaksi itu, akan dicaritahu detail lokasi dan jumlah uang yang dicairkan. Namun ini pun masih ada kendala menurutnya, karena data transaksi hanya boleh diakses pemilik rekening. Meski pun untuk kepentingan penyelidikan, namun tetap terhalang SOP dari perbangkan berdasarkan regulasi OJK. (azi)

You may be interested

Polsek Lingsar Amankan 813 Liter Miras
Umum
shares1 views
Umum
shares1 views

Polsek Lingsar Amankan 813 Liter Miras

Polres Mataram - Nov 19, 2017

Mataram - Polsek Lingsar hari ini Sabtu (18/11) melaksanakan razia di seputaran wilayah hukum Polsek Lingsar. Razia yang dipimpin langsung…

Polsekta Cakranegara Ringkus Pria Berusia 50 Tahun
Reskrim
shares4 views
Reskrim
shares4 views

Polsekta Cakranegara Ringkus Pria Berusia 50 Tahun

Polres Mataram - Nov 19, 2017

Mataram - Team Opsnal Unit Reserse Kriminal Polsekta Cakranegara berhasil mengamankan pelaku pencurian pada hari Jum'at (17/11). "Pelaku pencurian yang…

Aksi Kapolres Loteng Kepada Bocah Penderita Luka Bakar Ini Bikin Terenyuh
Featured
shares4 views
Featured
shares4 views

Aksi Kapolres Loteng Kepada Bocah Penderita Luka Bakar Ini Bikin Terenyuh

Polres Lombok Tengah - Nov 18, 2017

[caption id="attachment_1936" align="alignleft" width="338"] Ahmad menerima hadiah berupa Buku dari Kapolres Loteng (17/11)[/caption] Praya – beginilah nasib Ahmad Ardiawan (6),…

Leave a Comment

Your email address will not be published.