Kasus Kelola Sarang Burung Walet, Penyidik Resmi Tahan M

kasus sarang burung walet ilustrasi
kasus sarang burung walet ilustrasi

tribratanewsntb.com Bima – Direktur pengelola Sarang burung walet (SBW) inisial M, akhirnya ditahan secara resmi Polres Bima Kota, akhir pekan kemarin. Oknum itu, ditahan lantaran tersangkut kasus dugaan penipuan kelola sarang burung walet sebesar Rp 1,3 miliar.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, menyebutkan, sebelum ditahan. Oknum itu, sempat diperiksa secara intensif untuk dimintai keterangan seputar kasus tersebut oleh penyidik SatReskrim Polres Bima Kota.

Sejak dilaporkan oleh Edi Sabara melalui Penasehat hukumnya (PH), M. Chasman SH pada awal Bulan kemarin. Penyidik telah memanggil sejumlah pejabat diruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, selaku pihak panitia tender kelola SBW. Usai meminta keterangan dari pihak pelapor dan pihak terkait. Penyidik kemudian memanggil oknum terlapor inisial M, yang juga selaku Direktur CV pemenang tender kelola SBW. Hanya saja, oknum tersebut mangkir dari panggilan.

Akibat hal itu, penyidik akhirnya kembali mengeluarkan surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Saat pemanggilan itu, M memenuhi panggilan. Ia diperiksa oleh penyidik selama empat jam, mulai sekitar pukul 16.00 wita hingga 20. 00 wita. Setelah diperiksa mulai dari Sore hingga malam itu, oknum tersebut langsung ditahan. Penahanannya menimbulkan reaksi dari pihak keluarga. Bahkan pihak keluarga sempat mendatangi Sat Reskrim Polres Bima Kota. Setelah diklarifikasi, pihak keluarga akhirnya mengerti dan memilih untuk pulang.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Antonius F Gea, S. Ik dikonfirmasi Suara NTB, via ponselnya, akhir pekan kemarin, belum mengetahui jika M, telah ditahan oleh pihaknya.

“Kalau soal itu, saya belum tahu. Soalnya saya sedang tugas luar Kota,” terangnya.

Hanya saja, Antonius membenarkan, jika pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap M, terkait kasus dugaan penipuaan kelola SBW. “Pemeriksaannya memang sudah dilakukan. Namun saya akan koordinasi dulu dengan anggota, mengenai statusnya sekarang. Nanti akan saya kabarin lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, rekanan pemenang tender kelola sarang burung walet (SBW) milik Pemerintah Kabupaten Bima, inisial M, dilaporkan ke Polisi oleh Edy Sabara. Terlapor diduga melakukan penipuan uang milik pelapor, senilai Rp 1,3 miliar. Edy merasa ditipu oleh pihak CV yang dikelola M, karena sejak memenangkan tender dan mengelola SBW pada Desember 2015 lalu, hingga saat ini kelola yang dijanjikan dan dikerjakan penuh sebagai pemodal tidak direalisasikan. Bahkan CV tersebut bekerja sendiri dan memutus komunikasi sepihak dengan pelapor. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close