AKHIRNYA SAT RESKRIM POLRES LOMBOK TIMUR MEMENANGKAN PRA PERADILAN TERKAIT KASUS KORUPSI

28 Maret, 2016
189 Views

Sidang yang berlangsung tujuh hari di PN Selong kelas IB terkait pengajuan Pra peradilan dari Syarif (asisten II) menilai bahwa semua pokok perkara yang diajukan Pemohon ditolak. Berdasarkan bukti-bukti dalam proses persidangan, PN Selong menilai bahwa penetapan Pemohon sebagai tersangka cukup bukti dalam hal ini, bukti permulaan yang dimiliki oleh pihak Polres Lombok Timur benar adanya, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi selain itu ahli hukum juga membenarkan bahwa bukti untuk menjerat pelaku sebagai tersangka sudah cukup. Selain itu, penyidik memiliki alat bukti sesuai dengan fakta atau keadaan berdasarkan KUHP.
Anton membacakan, bahwa semua keterangan saksi dan ahli hukum, penyidik melakukan penetapan pelaku sebagai tersangka sangat jelas, yakni penetapan pelaku sebagai tersangka dalam kasus tambatan perahu di gili kondo.Oleh karena itu, Hakim Majlis PN Selong menolak esepsi pemohon dalam pokok perkara. Dan menolak permohonan Praperadilan pemohon.
PN Selong juga membebankan biaya perkara kepada pemohon yang besarnya akan ditetapkan dikemudian hari. Sementara itu, Pengacara Pemohon Hendro Wijayanto mengatakan, pokok perkara yang sifatnya Praperadilan tidak ada upaya hukum lainnya. “Kami akan melihat bukti-bukti yang digunakan Polres, dalam penetapannya kliennya sebagai tersangka,” katanya.Dalam proses Praperadilan ini, menurut Hendro, PN Selong, belum diungkapkan bukti-bukti yang diajukan oleh pemohon. Karena dalam sidang Praperadilan lebih mengarah ke prosedur.
Hendro mengatakan, ditolaknya eksepsi pemohon bersifat materi pokok perkara. Karena itu hanya bersifat prosedur. Sebab, proses penangkapan kliennya tersebut masih dipertanyakan, apakah sesuai dengan prosedur KUHP atau tidak. “Kalau masalah pokok perkara, nanti sidang selanjutnya,” ujarnya.
Di tempat yang sama (halaman PN Selong), Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Haris Dinzah, menjelaskan menang atau tidaknya hanya menguji prosedur yang dilakukan Polres Lotim menangani Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sesuai prosedur atau tidak.Menurut Haris, selama ini Polres tetap mengedepankan profesional dn sesuai prosedur. Sejak awal Polres Lotim menyampaikan bahwa penyelidikan maupun penyidikan, penyidik tetap profesional.
Diterima atau tidak hasil Praperadilan oleh Pemohon, katanya, tidak masalah, karena nawaitu Polres Lombok Timur hanya menegakkan Hukum.Sementara Proses selanjutnya, Satreskrim tetap akan melanjutkan pengembangan kasus tersebut. Untuk penetapan tersangka lain, berdasarkan bukti-bukti kuat setelah pengembangan dilakukan.

You may be interested

Headline
shares4 views

Peringatan Hari Kartini, Polwan Satlantas Polres Mataram Menjadi Pembina Upacara di Sekolah

Polres Mataram - Apr 21, 2018

Mataram - Polres Mataram, Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2018, Satlantas Polres Mataram melakukan inovasi dengan menempatkan polisi wanita(Polwan)…

Reskrim
shares5 views

Pelaku Pengedar Judi Togel, Seorang Ibu Ditangkap Polisi

Polres Mataram - Apr 21, 2018

Mataram - Pelaku pengedar judi togel ditangkap unit Reserse Kriminal Polsek Lingsar dipimpin Kapolsek Lingsar Ipda Erny Ernawati pada pukul…

Miliki 0,34 Gram Sabu, Warga Rabadompu Barat Dibekuk Polisi
Headline
shares2 views
Headline
shares2 views

Miliki 0,34 Gram Sabu, Warga Rabadompu Barat Dibekuk Polisi

Polres Bima Kota - Apr 21, 2018

Bima Kota – Tak hanya memberantas dan mencegah penyakit masyakat dengan merazia tempat-tempat penjualan minuman keras,  Kepolisian Resor Bima Kota…

Leave a Comment

Your email address will not be published.