Kasus Pengrusakan Kebun Tebu di Dompu, Brimob Perketat Penjagaan

ilustrasi brimob berjaga
ilustrasi brimob berjaga

tribratanewsntb.com Dompu – Aparat Kepolisian dari Sat Brimob dan Polres Dompu secara rutin melakukan penjagaan di kebun tebu rakyat yang dirusak massa Januari 2016 lalu. Penanganan kasus hukum kasus pengrusakan kebun tebu rakyat hingga saat ini hanya menetapkan seorang tersangka berinisial AW warga Simpasai. Penyidik berdalih, keterangan saksi belum ada yang singkron sehingga belum ada penambahan tersangka.

Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Herman kepada media, Jumat (25/3) kemarin, mengatakan, jajaran kepolisian dari satuan Brimob dan satuan di Polres Dompu secara rutin melakukan penjagaan di sekitar lokasi pengrusakan kebun tebu rakyat beberapa waktu lalu. Penjagaan dilakukan untuk menghindari adanya aksi lanjutan dari kelompok yang tidak setuju dengan petani tebu atau aksi balasan dari petani tebu terhadap kelompok yang dicurigai sebagai pelaku pengrusakan pertama. “Itu penjagaan rutin pasca insiden pengrusakan untuk menghindari ada insiden susulan,” kata Herman.

Namun kasus pengrusakan kebun tebu rakyat, dikatakan Herman, telah dilakukan pengiriman berkas tersangka tahap pertama. “Untuk penyidikan kasus pengrusakan (kebun tebu rakyat), kita sudah kirim berkas tahap pertama (ke Kejaksaan),” ungkapnya.

Selain tersangka AW, Herman mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka lain termasuk provokatornya. Ia berdalih, kesulitan terhadap saksi. Karena keterangan saksi belum ada yang singkron dan pihaknya akan melakukan gelar kasus kembali. “Kita akan gelar kembali kasusnya,” ungkap Herman.

Herman membantah, penyidikan kasus pengrusakan kebun tebu rakyat terhenti pada tersangka AW. Pihaknya tetap memproses penyidikannya untuk menetapkan tersangka lain. Karena kasus pengrusakan itu melibatkan massa dan rata – rata pelaku menggunakan penutup kepala. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close