Deradikalisasi Masyarakat Integrasi Peran Kepolisian dan Masyarakat

5 April, 2016
101 Views

64Ilustrasi-Radikalisme-Terorisme

tribratanewsntb.com – Mataram Permasalahan radikalisme dan terorisme belakangan ini mulai mengusik keamanan dan ketertiban masyarakat. Paham radikalisme biasanya disebarkan dalam bentuk ideologi, ajaran dan dogma tentang cara-cara destruktif dalam mencapai suatu tujuan. Penyebaran paham radikalisme tidak hanya dilakukan dengan cara konvensional dengan kelompok eksklusif saja, namun menyebar dengan cara-cara persuasif berbalut muatan ideologis maupun propaganda yang disebar melalui ajaran lisan, buku teks, elektronik book, hingga media sosial. Tujuannya adalah untuk menyebarkan fundamentalis radikalisme pemikiran pada masyarakat agar masyarakat permisif dan bahkan kompromis terhadap cara-cara kekerasan dalam mencapai suatu tujuan.

Intervensi kelompok radikalisme/Isis melalui penyebaran paham fundamentalis radikalisme pemikiran sangat membahayakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Dalam menanggulagi radikalisme dan terorisme, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (POLDA NTB) melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat melakukan berbagai upaya mulai penindakan tegas terhadap kelompok yang berafiliasi dengan kegiatan teroris, hingga melakukan upaya-upaya persuasif dan preventif dalam meminimalisir radikalisme/Isis dan teror di dalam masyarakat. Tindakan persuasif dan preventif yang dilakukan melalui berbagai sosialisasi, himbauan dan kunjungan ke pesantren dan masjid dalam memberikan pemahaman anti-radikalisme pada masyarakat patut diapresiasi. Kegiatan deradikalisasi yang dilakukan Dit. Binmas Polda NTB telah mengoptimalkan sumberdaya internal baik melalui jajaran Binmas, Intelkam, hinga Bhabinkamtibmas di desa-desa. Selain itu, potensi sumberdaya eksternal yang berasal dari komponen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, pesantren dan masyarakat umum juga dioptimalkan untuk mencegah radikalisme/Isis.

Harmonisasi dan integrasi sumberdaya internal dan eksternal perlu dibangun dalam hubungan sinergis antara kepolisian dan masyarakat. Hal tersebut mutlak dilakukan dalam mencapai ketertiban dan keamanan dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Selama ini, masyarakat seringkali dijadikan objek radikalisme oleh kelompok yang berafiliasi dengan teroris, sehingga pendekatan yang paling efektif sebagai pencegahan adalah menjadikan masyarakat sebagai objek sekaligus subjek deradikalisasi. Komponen masyarakat sebagai objek deradikalisasi kepolisian bermakna kepolisian harus mensosialisasikan kemampuan dan pemahaman pencegahan dan tangkal dini, serta antisipasi gejala-gejala radikalisme pada masyarakat. Sedangkan masyarakat sebagai subjek berarti masyarakat dan unsur-unsur seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan kalangan pesantren harus berperan aktif dalam proses deradikalisasi dengan meluruskan pemahaman keagamaan yang disalahartikan. Integrasi keduanya akan dapat terjalin ketika terbentuk kesepahaman (konsensus) bahwa tindakan radikal tidak dapat ditolerir, tidak boleh dikonotasikan dengan ajaran agama, serta mengedepankan nilai-nilai kebangsaan seperti UUD 1945, Pancasila dan ke Bhinekaan sebagai kebutuhan bersama.

Dwi Setiawan Chaniago, S.Sos,.M.A (Pakar Sosiologi Universitas Mataram)

You may be interested

Penyuluhan Tentang Bahaya Lahgun Narkoba
Reskrim
shares1 views
Reskrim
shares1 views

Penyuluhan Tentang Bahaya Lahgun Narkoba

DIT NARKOBA - Okt 20, 2017

Mataram _ Bamin Opsnal Dit Res Narkoba Polda NTB melaksanakan giat rutin untuk memberikan binluh tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada…

2 Pemuda Pelaku Curas Digelandang Ke Mapolres Lotim
Binkam
shares6 views
Binkam
shares6 views

2 Pemuda Pelaku Curas Digelandang Ke Mapolres Lotim

Polres Lotim - Okt 20, 2017

[caption id="attachment_41563" align="alignleft" width="380"] TIM OPSNAL POLRES LOTIM SAAT MELAKUKAN UPAYA PENANGKAPAN[/caption] Selong - Aparat dari Kepolisian Resor Lombok Timur…

Atasi Konflik, Kapolres Bima Gelar Mediasi
Binkam
shares6 views
Binkam
shares6 views

Atasi Konflik, Kapolres Bima Gelar Mediasi

Polres Bima Kabupaten - Okt 19, 2017

[caption id="attachment_41559" align="aligncenter" width="300"] Kapolres Berserta Danramil, Sekcam, dan Seluruh Kades Kec. Woha[/caption] Panda - Kamis (19/10) Telah terjadi konflik yang…

Leave a Comment

Your email address will not be published.