Polres Sumbawa bersinar, Napi “Lapas” Poisitif Narkoba

Lapas-Sumbawa-1

SUMBAWA BESAR, (24/03/2016) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Sumbawa Besar, membantah kecolongan terkait adanya satu warga binaan yang positif mengkonsumsi narkoba. Pasalnya pengawasan tetap dilakukan terhadap semua warga binaan. Bahkan secara internal juga rutin melakukan penggeledahan di semua blok tahanan. “Bukan kecolongan,” bantah Kepala KPLP Lapas Sumbawa, Untung CS, A.Md P.SH Rabu (23/3). mengakui jika segala macam cara dilakukan para pelaku dalam menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas. Namun demikian petugas Lapas terus melakukan pengawasan berupaya agar narkoba yang berada di luar tidak masuk ke Lapas.

Lapas-Sumbawa-2-660x330

Memang diakui Untung, pengawasan yang dilakukan mungkin tidak maksimal mengingat personil yang ada sangat terbatas. Demikian dengan CCTV yang terpasang di beberapa titik di Lapas Sumbawa dalam kondisi rusak dan telah diusulkan untuk perbaikan pada tahun ini. Tapi keterbatasan itu bukan suatu hambatan dalam melunturkan semangat personil untuk mengawasi sekaligus melakukan pembinaan terhadap warga binaan, sebaliknya menjadi pemecut dalam melaksanakan tugas. “Narkoba adalah musuh bersama yang harus diperangi,” cetusnya.

Dengan adanya Napi yang positif narkoba, lanjutnya, pengawasan akan lebih ditingkatkan. Masuknya barang ke dalam Lapas juga akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Selain itu pembinaan terhadap warga binaan intensif dilakukan, di samping operasi internal di semua blok tahanan.

Lapas Sumbawa 1Ditambahkan Moch Saleh SH—Kepala Seksi (Kasi) Binadik, kesadaran warga binaan menjadi menjadi sangat penting dalam menciptakan keamanan dan kondusifitas Lapas. Karena itu pembinaan kerohanian terhadap mereka hampir setiap hari dilakukan, mulai dari pengajian, mengikuti pendidikan pesantren dan ceramah agama. Cara ini dinilai efektif dalam mendidik jiwa warga binaan sehingga membangkitkan kesadaran bahwa apa yang telah dilakukan adalah sebuah kesalahan yang justru menjerumuskannya, sekaligus introspeksi diri untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Mereka harus bisa hijrah dari jalan yang salah dan menyimpang ke jalan yang lurus dan benar. Ketika mereka berkelakuan baik di dalam Lapas, akan diberikan reward dalam bantuk remisi, CB, PB dan CMB. Sedangkan yang berbuat ulah akan dipindahkan ke lapas daerah lain dan hak-haknya sebagai warga binaan akan diamputasi. (HUMAS POLRES SUMBAWA)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close