Diskreditkan Oknum Polisi, Facebooker Dipolisikan

23 Maret, 2016
103 Views
Romi Lantas

 

Sumbawa Besar, 23/03/2016 Romi Oktovian Munir (40) Kepala Unit (Kanit) Patroli Lalulintas Polres Sumbawa, resmi mempolisikan Facebooker bernama Abdul Azis bin Wahab. Pasalnya facebooker yang protes dengan tindakan polisi yang melakukan penilangan itu telah memposting status dan foto oknum anggota ini yang bernada mendiskreditkannya. Sejak status itu di-upload mengundang banyak komentar negatif dan membias sehingga membuat diri dan keluarganya malu. Kini kasus yang mengarah ke tindak pidana pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ini sedang ditangani penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim). Romi selaku pelapor telah dimintai keterangan dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Romi Oktovian Munir menyatakan keberatannya dengan postingan Abdul Azis. Postingan itu telah mendiskreditkan dan mencemarkan nama baik diri, keluarga dan institusi. Terlebih lagi status dalam postingan jauh dari fakta sebenarnya.

Operasi Simpatik DimulaiDituturkan Romi, saat itu pihaknya melaksanakan Operasi Simpatik Gatarin di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) tepatnya di Jalan Hasanuddin, depan eks Kantor DPRD Sumbawa, Sabtu (19/3). Semua kendaraan diberhentikan untuk mengecek kelengkapan dokumen maupun teknis lainnya. Termasuk kendaraan yang ditumpangi Abdul Azis (AA) karena sopirnya tidak menggunakan sabuk pengaman. Terlebih lagi kendaraan yang digunakan mengangkut sejumlah penumpang yang menurut aturan tidak diperbolehkan.

AA turun meminta agar mereka tidak ditindak karena akan menghadiri acara nyorong di KSB. Romi selaku salah satu komandan operasi tidak bisa memenuhi permintaan itu. Terlebih lagi ada pengemudi lain yang meminta agar mereka juga dibebaskan jika permintaan AA dipenuhi. Demi keadilan, Romi melakukan tindakan semua yang melakukan pelanggaran termasuk sopir kendaraan yang ditumpangi AA. Rupanya AA tetap tidak terima bahkan mengeluarkan kata-kata yang bernuansa SARA dan sangat provokatif. “Saya tidak pernah menilang pengendara yang melakukan kegiatan terkait kegiatan keagamaan seperti akad nikah dan hari-hari besar keagamaan. Dan saya sudah menjelaskan ke dia (AA) bahwa Nyorong itu bukan kegiatan keagamaan tapi adat dan budaya. Jadi tidak bisa disamakan,” kata Romi yang juga putra asli Sumbawa ini. Karenanya apa yang diposting AA di akun

facabooknya jauh dari hal yang sebenarnya. Dengan dipolisikannya kasus ini Ia berharap bisa menjadi pelajaran bagi siapapun. (HUMAS POLES SUMBAWA)

You may be interested

Team Opsnal Polres Mataram Berhasil Meringkus Pelaku Pencurian Mobil
Reskrim
shares5 views
Reskrim
shares5 views

Team Opsnal Polres Mataram Berhasil Meringkus Pelaku Pencurian Mobil

Polres Mataram - Okt 23, 2017

Mataram - Team Opsnal Reserse Kriminal Polres Mataram berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan roda empat pada hari Jum'at (20/10). Pelaku…

Polsek Gunung Sari Bubarkan Judi Sabung Ayam
Reskrim
shares6 views
Reskrim
shares6 views

Polsek Gunung Sari Bubarkan Judi Sabung Ayam

Polres Mataram - Okt 23, 2017

Mataram - Polsek Gunung Sari beserta jajarannya membubarkan tempat judi sabung ayam yang berada di Dusun Medas Kecamatan Gunung Sari…

Satresnarkoba Polres Bima Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba
Headline
shares3 views
Headline
shares3 views

Satresnarkoba Polres Bima Kembali Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba

Polres Bima Kabupaten - Okt 22, 2017

Panda - Minggu (22/10) Satresnarkoba kali ini kembali berhasil menangkap pelaku pengedar narkoba. Pelaku berinisial S (38 thn) ini tertangkap basah…

Leave a Comment

Your email address will not be published.