Penangan Kasus Fiberglass Tergantung Kapolda NTB

ilustrasi kasus fiberglas

tribratanewsntb.com Kota Bima – Kasus dugaan korupsi pengadaan sampan fiberglas Kabupaten Bima tahun 2012 silam, bakal ditarik ke Polda NTB. Penganangan kasus tersebut diatensi oleh Polda setempat. Sebab di Bima sendiri ada sejumlah gejolak seperti pemberitaan media massa dan aksi demonstrasi terkait penanganan kasus yang merugikan negara ratusan juta rupiah itu.

Menanggapi hal tersebut Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Antonius F Gea S. Ik kepada wartawan, Senin (21/3) mengatakan, berkas perkara kasus fiberglas telah di bawa ke Mapolda. Hal tersebut dilakukan untuk mengecek serta menyikapi serius agar persoalan itu diselesaikan secepatnya.

“Berkasnya sudah dibawah ke Mapolda beberapa hari kemarin,” ucapnya.

Kata dia, berkas kasus itu terpaksa dibawa ke Polda lantataran untuk mengecek sejauh mana penganannya. Apakah sesuai tahapan atau tidak. Menurut Antonius, selama ini pihaknya menangani kasus itu telah bekerja secara profesional.

“Penanganan baik dari sisi kelengkapan berkas maupun dari segi tahapan pemeriksaan, sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut dia, gelar perkara kasus tersebut ke Polda juga, disebabkan terjadinya beberapa gejolak. Antara lain akibat pemberitaan media massa serta adanya aksi demonstrasi terkait penanganan kasus tersebut. Hanya saja, Antonius belum memastikan apakan penanganan kasus yang ditangani sejak tahun 2012 itu akan diambil alih oleh Polda atau tidak. Hanya saja, berkas tersebut akan diperiksa oleh Kapolda.

“Yang jelas berkasnya sudah dibawa ke Polda dan akan dipelajari oleh Polda. Soal ambil atau tidak, semua keputusan ada pada Kapolda,” terangnya.

Ia mengaku, siapapun yang menangani kasus tersebut itu adalah sebuah keberhasilan. Sebab sejauh ini tidak ada kendala dalam penanganannya. Bahkan Antonius optimis pihaknya akan mampu menuntaskan kasus yang merugikan negara ratusan juta rupiah tersebut.

“Bagi kami tidak ada masalah mau ditarik kemana kasus ini. Tidak ada kendala dalam proses penanganannya,” akunya.

Bahkan Antonius menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan terbang ke Jakarta. Untuk mengambil keterangan saksi ahli. Ia berharap masyarakat tidak mengaitkan kasus tersebut dengan kebijakan politik.

“Apapun penangan kasusnya kami tidak bisa diintervensi, dan kami tegaskan akan tetap bekerja secara profesional, sesuai aturan yang berlakum,” tegasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close