Warga Kediri Lobar Ditebas Gara-Gara Diduga Selingkuh

12 April, 2016
111 Views
ilustrasi tebasan

ilustrasi tebasan

tribratanewsntb.com ,Giri Menang – Warga Dusun Adeng Daye Desa Jagerage Indah Kecamatan Kediri diri insial S alias E (35) harus berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran kelakuannya menebas kaki korban inisial ME (30) warga Dusun Bangket Dalem Desa Kediri Selatan Kecamatan Kediri. Aksi ini dilakukan S, lantaran jengkel terhadap ME yang diduga selingkuh dengan istri S. Akibat kejadian ini, korban ME mengalami luka parah pada bagian kaki kiri hingga mengalami belasan jahitan. Sedangkan pelaku S diamankan di Mapolres Lobar.

Pantauan koran ini di puskesmas Kediri tempat dirawatnya korban ME, beberapa keluarga dan warga menyaksikan proses penanganan korban. Korban ME mengalami luka tebas pada bagian kaki sebelah kiri, lukanya memanjang hingga betis hampir 15 centemeter. Akibat lukanya tersebut, korban terpaksa harus dijahit oleh pihak medis di puskesmas. Saat menjalani penanganan medis, korban sempat berontak ingin mencari pelaku yang ditahan di Mapolsek Kediri tak jauh dari lokasi puskesmas tersebut. Untungnya, pihak keluarga bersama aparat mampu meredam emosi korban. Karena khawatir terjadi hal yang tak diinginkan, aparat pun langsung mengvakuasi pelaku ke Mapolres untuk diamankan.

Menurut keterangan warga, kejadian naas itu terjadi pada hari Jumat (18/3) sekitar pukul 12.15 wita di dusun bangket dalem desa kediri selatan. Awal mula permasalahan ini muncul sejak lama, sekitar 2 bulan yang lalu istri pelaku yang memiliki dua anak diduga menjalin hubungan asmara diam diam dengan korban ME. Diduga, ME ini membawa kabur istri S ke lombok tengah selama kurang lebih 1 minggu. Karena mendengar istrinya dibawa kabur ke lombok tengah, S pun langsung melaporkan hal ini ke Kadus Bangket Dalem, Mujiono untuk memberitahukan bahwa istrinya dibawa oleh korban. “Saat itu S meminta agar istri dicari dan dikembalikan, karena status pernikahan masih legal secara agama dan pemerintah,”terang salah seorang kelurga S ditemui di Mapolsek Kediri.

Pihak keluarga S bersama unsur Dusun pun melakukan pencarian sehingga akhirnya menemukan istri S di Loteng lalu membawa istrinya pulang ke rumah. Akan tetapi, saat itu ME melarikan diri ke luar daerah ( denpasar bali ) ,untuk menyelamatkan dirinya karena saat itu S mencari ME akibat dendam istrinya dibawa diam-diam. Namun, Kamis kemarin S bertemu dengan ME di salah satu bengkel motor milik di dusun bangket dalem desa kediri selatan, ketika itu ME ditemani oleh dua rekannya. Keduanya pun sempat cek-cok, lalu dilerai oleh warga. Keduanya pun sempat diminta saling memaafkan.

Namun S yang tak bisa menahan amarahnya mengeluarkan sebilah pedang dan spontanitas menebas ME di bagian leher namun ME bisa mengelak dan terjatuh. Pada saat jatuh tersebut S pun menebas betis kirinya ME hinga mengalami luka parah. Tak sampai disitu, S pun mengejar ME namun aksi itu dapat dilerai warga. Setelah itu, S pun pulang ke rumah, sedangkan korban ME dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Ditemui di Mapolsek Kediri, Kapolsek Kediri, AkP Nuraini membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku korban bersama warga datang ke Polsek bermaksud melaporkan kejadian yang dialaminya. Namun saat itu, korban pingsan karena banyak keluarkan darah. Aparatnya pun melakukan penanganan dengan membawa korban ke puskesmas, sedangkan anggota lain diperintah untuk menangkap pelaku di rumahnya. “kejadiannya sekitar pukul 12.00 Wita, saat itu korban langsung ke polsek tapi sesampai disini pingsan karena luka dialaminya,”jelasnya.

Ia menjelaskanan, motif sehinngga pelaku melakukan kekerasan terhadap korban diduga lantaran korban berselingkuh dengan istri pelaku. Karena merasa tak terima istrinya dibawa pergi, pelaku pun mencari korban dan berkelahi. Korban pun mengalami luka parah pada bagian kaki kiri. Saati ini, pelaku diamankan di Mapolres Lobar mengantisipasi adanya amuk massa. Sedangkan untuk penanganan kasus ini, pihaknya masih menunggu laporan korban. Pihaknya sendiri akan berupaya mencari jalan terbaik, mencari jalan perdamaian. Akan tetapi jika tetap diproses hukum, maka pelaku diancam dengan dugaan pelanggaran penganiayaan pasal 351 ncamannya 5 tahun penjara. (azi)

You may be interested

Tanpa Pamit Ingin ke Bali, Ibu Ini Kebingungan Mencari Anaknya di Pelabuhan Lembar
Binkam
shares0 views
Binkam
shares0 views

Tanpa Pamit Ingin ke Bali, Ibu Ini Kebingungan Mencari Anaknya di Pelabuhan Lembar

Polres Lobar - Des 18, 2017

Lembar - Saimah, seorang ibu umur 50 tahun kebingungan mencari anaknya yang menurut kabar pergi diam-diam akan pergi ke Bali…

Patroli Wisata Ditpamobvit Tetap Humanis
Umum
shares2 views
Umum
shares2 views

Patroli Wisata Ditpamobvit Tetap Humanis

DIT PAMBOVIT - Des 18, 2017

[caption id="attachment_44791" align="alignnone" width="640"] Tim Patroli Dit Pamobvit Polda NTB saat berdialog dengan pengunjung wisata An. Bp Imam di Pantai…

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba Kepada Para Tahanan
Reskrim
shares2 views
Reskrim
shares2 views

Binluh Tentang Bahaya Lahgun Narkoba Kepada Para Tahanan

DIT NARKOBA - Des 18, 2017

Mataram - Paur Anev Bin Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Aiptu Syamsudin memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunan Narkoba di Rutan Polda…

Leave a Comment

Your email address will not be published.