Polisi Kembali Panggil Tersangka Kasus PNPM Kempo Setelah Mangkir

ilustrasi kasus PNPM
ilustrasi kasus PNPM

tribratanewsntb.com Dompu – Penyidik Polres Dompu kembali mengeluarkan panggilan kepada tersangka kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri Kecamatan Kempo pekan depan. Dalam panggilan pertama sebagai tersangka, dari 3 orang pengurus baru 2 orang yang memenuhi panggilan. Penyidik pun belum mengirimkan berkasnya ke Kejaksaan untuk diteliti setelah hasil perhitungan kerugian negara diperoleh dari BPKP.

Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Herman kepada wartawan, Jumat (18/3) kemarin, mengaku telah mengeluarkan panggilan kepada 3 tersangka kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri Kecamatan Kempo tahun 2012 – 2013. Sebelumnya telah dikeluarkan panggilan dan hanya 2 orang mantan pengurus yang memenuhi panggilan.

“Satu orang tidak hadir untuk dimintai keterangan sebagai tersangka,” katanya. Kendati demikian, lanjut Herman, pihaknya telah mengeluarkan surat panggilan untuk ketiga pengurus pekan depan. Panggilan ini menjadi panggilan kedua terhadap oknum pengurus yang sebelumnya manggir untuk dimintai keterangan sebagai tersangk.

“Kita berharap mereka kooperatif terhadap penyidik,” harap Herman. Belum diperiksanya 1 pengurus sebagai tersangka, kata Herman, membuat pihaknya belum bisa mengirimkan berkas perkasa kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri Kecamatan Kempo ini ke Kejaksaan untuk diteliti.

“Kita belum kirim berkasnya untuk diteliti. Kita akan kirim setelah semua tersangka dimintai keterangan,” ungkapnya. Kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri Kecamatan Kempo tahun 2012 – 2013 ditangani Polres Dompu sejak 2014 atas dugaan penyelewengan dan pemalsuan kelompok dalam melakukan pencairan dana program simpan pinjam perempuan (SPP). Hasil kerugian negara yang dihitung BPKP Perwakilan Mataram yang diterima penyidik Polres Dompu pekan lalu, kasus ini merugikan keuangan negara hingga Rp.500 juta lebih dari total anggaran yang dikelola selama 2 tahun sebesar Rp.8 M. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close