Sidang Ditunda, Keluarga Ngamuk di Pengadilan

11 April, 2016
92 Views
ilustrasi dalam persidangan

ilustrasi dalam persidangan

tribratanewsntb.com Kota Bima – Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Selasa (15/3), kembali menggelar sidang kasus pembunuhan, Anwar (32) warga Desa Tangga Kecamatan Monta dengan terdakwa, Sahlan (25) warga Kelurahan Tanjung Kota Bima.

Hanya saja sidang yang dimulai pukul 09.30 wita itu berlangsung ricuh. Pasalnya pihak keluarga korban nyaris menghakimi Terdakwa dan Penasehat hukumnya (PH). Bahkan keluarga korban terlibat kericuhan dengan aparat Kepolisian yang mengamankan jalannya sidang.

Kemarahan keluarga tidak terbendung setelah mendengar informasi bahwa sidang tersebut ditunda. Reaksi kekecewaan dilampiaskan keluarga korban dengan cara mengamuk di dalam dan luar area sidang.

Meski sigap, aparat Kepolisian terlihat cukup kewalahan menangani banyaknya pengunjung sidang yang diketahui merupakan keluarga besar korban.

Polisi bahkan mengeluarkan suara tembakan peringatan untuk menenangkan warga. Saling dorong dan kericuhan tidak bisa dihindari antara Kepolisian dan keluarga korban.

Istri Korban, Nurfitriani (25) mengatakan, pihaknya merasa keberatan karena sidang terus ditunda.

“Kami kecewa sidang ditunda terus,” katanya dengan nada kecewa.

Sebelumnya, sekitar 10.00 wita terdakwa Sahlan memasuki ruang sidang dikawal ketat Aparat Kepolisian. Proses sidang berlangsung di bawah pengamanan. Hanya dalam waktu singkat, sidang usai dan terdakwa dievakuasi kembali ke Rutan Raba Bima.

PH terdakwa, Muhajirin SH menegaskan, sidang hari ini bukan ditunda tapi sudah selesai. “Tadi agendanya Replik Jaksa dan minggu depan sidang lanjutan Duplik terdakwa,” tegasnya.

Setelah memberikan keterangan kepada wartawan, PH terdakwa tersebut langsung mengamankan diri dengan dikawal ketat Kepolisian.

Perlu diketahui, kasus pembunuhan itu terjadi di Desa Tangga pada bulan September 2015 lalu, saat acara orhen tunggal berlangsung. Terdakwa menghabisi nyawa korban dengan mengunakan pisau dengan cara menusuk pada bagian perut.

Terdakwa tega membunuh korban, lantaran tidak terima dan emosi karena dituduh memencuri sepeda motor milik keluarga korban. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.(azi)

You may be interested

Guna Jalannya Pilkades Yang Aman, Polres Lotim Lakukan Rapat Koordinasi
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

Guna Jalannya Pilkades Yang Aman, Polres Lotim Lakukan Rapat Koordinasi

Polres Lotim - Okt 23, 2017

[caption id="attachment_41684" align="alignleft" width="358"] PIHAK POLRES LOTIM BERSAMA DENGAN ANGGOTA KODIM 1615 SERTA UNSUR TERKAIT SAAT MELAKUKAN RAPAT KOORDINASI[/caption] Selong…

Tiada Hari Libur Untuk Memberantas Pengedar Narkoba
Reskrim
shares3 views
Reskrim
shares3 views

Tiada Hari Libur Untuk Memberantas Pengedar Narkoba

DIT NARKOBA - Okt 23, 2017

Mataram - Kasub Dit III Dit Res Narkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung, SH menuturkan bahwa dirinya beserta tim…

Keberhasilan Ungkap Kasus Oleh Tim Sub Dit III
Reskrim
shares3 views
Reskrim
shares3 views

Keberhasilan Ungkap Kasus Oleh Tim Sub Dit III

DIT NARKOBA - Okt 23, 2017

Mataram - Kembali lagi Tim Opsnal Sub Dit III Dit Res narkoba Polda NTB berhasil menangkap seorang pelaku pengedar narkoba…

Leave a Comment

Your email address will not be published.