Sidang Ditunda, Keluarga Ngamuk di Pengadilan

11 April, 2016
96 Views
ilustrasi dalam persidangan

ilustrasi dalam persidangan

tribratanewsntb.com Kota Bima – Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Selasa (15/3), kembali menggelar sidang kasus pembunuhan, Anwar (32) warga Desa Tangga Kecamatan Monta dengan terdakwa, Sahlan (25) warga Kelurahan Tanjung Kota Bima.

Hanya saja sidang yang dimulai pukul 09.30 wita itu berlangsung ricuh. Pasalnya pihak keluarga korban nyaris menghakimi Terdakwa dan Penasehat hukumnya (PH). Bahkan keluarga korban terlibat kericuhan dengan aparat Kepolisian yang mengamankan jalannya sidang.

Kemarahan keluarga tidak terbendung setelah mendengar informasi bahwa sidang tersebut ditunda. Reaksi kekecewaan dilampiaskan keluarga korban dengan cara mengamuk di dalam dan luar area sidang.

Meski sigap, aparat Kepolisian terlihat cukup kewalahan menangani banyaknya pengunjung sidang yang diketahui merupakan keluarga besar korban.

Polisi bahkan mengeluarkan suara tembakan peringatan untuk menenangkan warga. Saling dorong dan kericuhan tidak bisa dihindari antara Kepolisian dan keluarga korban.

Istri Korban, Nurfitriani (25) mengatakan, pihaknya merasa keberatan karena sidang terus ditunda.

“Kami kecewa sidang ditunda terus,” katanya dengan nada kecewa.

Sebelumnya, sekitar 10.00 wita terdakwa Sahlan memasuki ruang sidang dikawal ketat Aparat Kepolisian. Proses sidang berlangsung di bawah pengamanan. Hanya dalam waktu singkat, sidang usai dan terdakwa dievakuasi kembali ke Rutan Raba Bima.

PH terdakwa, Muhajirin SH menegaskan, sidang hari ini bukan ditunda tapi sudah selesai. “Tadi agendanya Replik Jaksa dan minggu depan sidang lanjutan Duplik terdakwa,” tegasnya.

Setelah memberikan keterangan kepada wartawan, PH terdakwa tersebut langsung mengamankan diri dengan dikawal ketat Kepolisian.

Perlu diketahui, kasus pembunuhan itu terjadi di Desa Tangga pada bulan September 2015 lalu, saat acara orhen tunggal berlangsung. Terdakwa menghabisi nyawa korban dengan mengunakan pisau dengan cara menusuk pada bagian perut.

Terdakwa tega membunuh korban, lantaran tidak terima dan emosi karena dituduh memencuri sepeda motor milik keluarga korban. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.(azi)

You may be interested

Peresmian Gedung Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda NTB
Umum
shares4 views
Umum
shares4 views

Peresmian Gedung Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda NTB

spripim ntb - Jan 17, 2018

[caption id="attachment_46544" align="alignnone" width="960"] Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, M.Si memotong tali peresmian Gedung Tahti Polda NTB[/caption] Mataram - Pukul…

Cegah DB Biddokkes Polda NTB Laksanakan Fogging
Umum
shares7 views
Umum
shares7 views

Cegah DB Biddokkes Polda NTB Laksanakan Fogging

dokes - Jan 17, 2018

[caption id="attachment_46525" align="alignnone" width="853"] Tim foging Biddokkes Pengasapan Selokan Polsek mataram.[/caption] Mataram-untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah yang dapat mengancam…

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Burung di Pelabuhan Lembar
Binkam
shares14 views
Binkam
shares14 views

Lagi, Polisi Amankan Ribuan Burung di Pelabuhan Lembar

Polres Lobar - Jan 17, 2018

Lembar - Polres¬†Lombok Barat kembali mengamankan ribuan ekor burung berbagai jenis yang akan dibawa keluar dari pulau Lombok menuju Bali,…

Leave a Comment

Your email address will not be published.