Satreskoba Lotim Siap Sidik 7 ASN Positif Narkoba

ilustrasi pns terjerat narkoba
ilustrasi pns terjerat narkoba

tribratanewsntb.com, Selong – Ditemukannya 7 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang positif narkoba hasil tes urine Badan Narkotika Nasional (BNN) beberapa waktu lalu siap akan ditindaklanjuti Penyidik Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) jika diminta oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Lebih jauh soal itu, Satreskoba berencana akan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah Lotim.

Hal ini dikemukakan Kasatreskrim Polres Lotim, AKP Arjuna Wijaya.SIK. Menjawab Suara NTB via ponselnya, Sabtu (12/3) kemarin, Arjuna mengatakan sejauh ini belum ada pemberitahuan secara tertulis ke pihaknya untuk menindaklanjuti adanya temuan hasil pemeriksaan oleh jajaran BNN beberapa waktu lalu terhadap 1.044 pegawai negeri sipil dan honorer di lingkup Pemkab Lotim.

“Nanti kita akan koordinasikan dulu,” jelasnya. Senada dengan yang disampaikan Bupati Lotim H. Moch Ali Bin Dachlan sebelumnya, Kasatreskoba Polres Lotim ini ingin mengungkap jaringan narkoba. Sebelumnya juga pernah dikemukakan, pihaknya sudah mendeteksi adanya indikasi para PNS di lingkup Pemkab Lotim yang turut dalam praktek penyalahgunaan narkoba.

Jaringan peredaran narkoba di Lotim ini ingin diungkap. Hal ini dimaksudkan agar bisa meminilasir praktek penyalahgunaan barang terlarang tersebut. Langkah pemerintah daerah Kabupaten otim dengan melibatkan BNN untuk mendeteksi dini narkoba di kaangan PNS disambut positif oleh aparat penegak hukum ini.

Bila diperlukan, aparat Satreskoba siap melakukan penggeledahan dan penyidikan lebih lanjut. Atensi Bupati Lotim terhadap persoalan narkoba ini dinilai cukup bagus. Karena biaya melaksanakan tes urine ini cukup besar. Untuk satu orang saja dibutuhkan dana Rp 200 ribu lebih.

Lebih lanjut, jajaran Satreskoba siap diajak berkoordinasi mengungkap kasus-kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di kalangan PNS. Sejauh ini yang sudah berkoordinasi dengan Polres adalah Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim.

Kalangan PNS, kata Arjuna Wijaya cukup rentan terpapar kasus penyalahgunaan narkoba. Karenanya berdasarkan hasil identifikasi awal, ada oknum yang memang dicurigai masuk dalam kelompok penyalahgunaan narkoba. Tinggal menunggu waktu untuk ditindak lanjuti.

Dari catatan kasus yang ditemukan selama kurun waktu dua bulan terakhir ini saja sudah tercatat 5 kasus. Semua sedang dalam proses sidik dan ada juga yang segera di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Selong untuk proses sidang. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close