Kurang Dari Tiga Hari, Para Pelaku Begal Berhasil Dibekuk Polres Loteng

ilustrasi polisi tangkap begal
ilustrasi polisi tangkap begal

tribratanewsntb – Lombok Tengan, Kerja keras Pihak Kelpolisian Polres Lombok Tengah dalam pengungkapan kasus begal yang meresahkan masyarkat membuahkan hasil yang manis, pasalnya dalam sepekan terakhir ini tiga orang yang diduga pelaku begal SHP, SP dan JML berhasil dibekuk ditempat yang berlainan dengan kurun waktu cukup singkat.

Warga Dusun Ngolang Desa Pujut Kecamanatan Kuta berinisial SHP 17 tahun yang masih berstatus pelajar ini berhasil  ditangkap pertama kali oleh team opsnal Polres Lombok Tengah bersama Polsek Kuta selasa (8/3) lalu sekitar pukul 21. 30 Wita karna diduga merupakan otak dari aksi kriminal pembegalan warga asing negara Spanyol.

Penyelidikan lanjut dilakukan Pihak Kepolisian untuk menemukan pelaku lainnya yang terlibat kasus pembegalan tersebut dimana sepeda motor hasil curian yang dititipkan mengarah kepada SP (18), yang juga pelajar, beralamat  di Dusun Pogam, Desa Sukedana, Kecamatan Pujut tertangkap dihari yang sama setelah tertangkapnya SHP.

Kapolres Loteng, AKBP Nurodin, SIK,MH Kamis (10/3), didampingi Wakapolres Kompol  Lalu Salehuddin, SH dan Kaur Reskrim, Iptu Ery Armunanto membenarkan kejadian penangkapan yang diduga pelaku kasus begal tersebut dilakukan oleh pihaknya.

“Ya yang bersangkutan sudah kami tangkap karena diduga terlibat curanmor korban orang asing atas nama  Adrian Morales Diez, warga negara Spanyol. Laporannya dari Polsek Kuta, tanggal 8 Maret 2016” ungkap Ery selaku KBO Reskrim.

Tak ingin menunggu lama keesokan harinya rabu (9/3) sekitar pukul 23.00 wita bertempat di Dusun Ngolang, Desa Kute, Kecamatan  Pujut, Tim Buser Polres Lombok Tengah menangkap  JML (17),  pelajar asal Desa Kuta yang diduga merupakan group SHP dan SP.

“Sampai kapan pun, kami akan kejar terus pelaku kejahatan terhadap warga negara asing di wilayah Lombok Tengah,” kata Kapolres.

Dibutuhkan kerjasama dengan masyarakat untuk bersama-sama membantu pihak Kepolisian dalam mejaga situasi yang aman dan kondisuf.

“Membuat kasus begal atau pencurian menjadi zero memang sulit. Tapi kami akan terus bekerja keras bersama masyarakat, paling tidak meminimalisir kejahatan,” tegas Nurodin. (yos)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close