Kasus Sarang Burung Walet Bima, Polisi Panggil 3 Pejabat.

kasus sarang burung walet ilustrasi
kasus sarang burung walet ilustrasi

tribratanewsntb.com Bima –Penyidik Polres Bima Kota, akan memanggil tiga pejabat bagian Ekonomi Setda Pemerintah Kabupaten Bima untuk dimintai keterangan soal dugaan penipuan tender kelola Sarang Burung Walet (SBW). Hal tersebut berdasarkan salinan surat panggilan yang diterima oleh Penasehat hukum pelapor, Edy Sabara, yakni M. Chasman SH.

“Salinan surat pemanggilan telah diterima oleh saya, selaku penasehat hukum pelapor,” ucap, Chasman kepada wartawan, Jum’at (11/3).

Kata dia, dalam surat tersebut, penyidik akan memanggil tiga orang pejabat di Pemkab Bima yang diketahui sebagai panitia yang melakukan tender.

Chasman menyebutkan, tiga pejabat tersebut inisial I, S dan R. Ketiganya akan bersaksi untuk dimintai keterangan terkait seputar aliran dana tender sarang burung walet.

“Tidak hanya pejabat, namun ada juga beberapa oknum yang diduga melakukan rangkaian penipuan, yang akan diperiksa,” katanya.

Menurutnya, sejumlah orang yang dipanggil tersebut, akan dimintai keterangan, diruang penyidik Sat Reskrim Polres setempat, pada Sabtu, (12/3) hari ini.

“Sabtu hari ini mereka akan dimintai keterangan,” akunnya.

Terpisah Kasat Reskrim Polre Bima Kota, AKP Antonius F. Gea, dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, pemanggilan itu merupakan pertama kali sejak dilaporkan beberapa waktu yang lalu.

“Surat pemanggilan sudah kita layangkan pada Kamis, (10/3) kemarin. Sedianya saksi akan dimintai keterangan Sabtu (12/3) hari ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur UD Aminullah, rekanan pemenang tender kelola sarang burung walet (SBW) milik Pemerintah Kabupaten Bima, M. Amin Camaru, dilaporkan ke Polisi oleh Edy Sabara. Terlapor diduga melakukan penipuan uang milik pelapor, senilai 1,350 miliar.

Edy merasa ditipu oleh pihak UD Aminullah karena sejak memenangkan tender dan mengelola SBW pada Desember 2015 lalu, hingga saat ini kelola yang dijanjikan dan dikerjakan penuh sebagai pemodal tidak direalisasikan. Bahkan UD, tersebut bekerja sendiri serta memutus komunikasi sepihak dengan pelapor. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close