Eks Bupati Bima Diperiksa Terkait Kasus Fiberglas

ilustrasi kasus fiberglas
ilustrasi kasus fiberglas

tribratanewsntb.com Bima –Mantan Bupati Bima inisial, Sy diperiksa, terkait kasus dugaan penyalahgunaan anggaran proyek Fiberglass tahun 2012. Dalam keterangannya, Sy mengaku menandatangani berita acara penyerahan sampan Fiberglass dari Dinas PU ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bima. Namun penandatanganan berita acara tersebut tidak dibarengi fisik barang.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota AKP Antonius F. Gea kepada wartawan, Rabu (2/3) mengatakan, Sy mengaku saat itu dirinya mewakili Bupati Bima. Sebab, sang Bupati tengah sakit dan dirawat di Jakarta. Namun hingga massa jabatannya berakhir, ia sama sekali tidak pernah melihat fisik barang tersebut.

“Pengakuan Sy, saat itu hanya menandatangani administrasinya dan tidak melihat fisik barang,” ujar Kasat. Selain mantan Bupati, tiga saksi lainnya ikut memberikan keterangan adalah FF, FA, dan JB yang merupakan rekanan pengelola proyek itu. Menurut Kasat, ketiganya diperiksa pada Minggu (28/2) kemarin, selama 6,5 jam, Dimulai dari pukul 13.30 wita hingga pukul 20.00 wita, di ruang penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres setempat. Saat diperiksa, FF dan JB mengakui jika CV tersebut adalah milik mereka dan mereka sebagai direkturnya. Namun saat itu, mereka hanya menandatangani dokumen. Sementara yang melaksanaan proyek tersebut adalah FA.

Sementera FA membenarkan keterangan adik dan ibunya tersebut. Ia mengakui jika dirinya yang melaksanakan proyek tersebut. Meski yang memenangkan tender tersebut bukan CV miliknya. “Jika dilihat dari keterangan yang mereka berikan, sudah jelas ada penyimpangannya. Karena proyek tersebut dikerjakan oleh pihak lain, bukan pemilik CV yang asli dan bertentangan dengan Kepres dan juga Perpres tentang pengadaan barang dan jasa,” jelas Antonius Pihak lain yang sudah diminta keterangan juga adalah pemilik CV WB atas nama RN. Saat dimintai keterangan, lanjut Kasat, RN mengaku tidak tau duduk persoalan proyek tersebut.

Bahkan ia sama sekali tidak pernah menandatangani dokumen apapun yang berkaitan dengan proyek itu. Karena saat itu yang mengetahui hal tersebut adalah almarhum suaminya. “Untuk pemilik CV WB, dia sama sekali tidak tau karena suaminya sudah meninggal. Sementara satu pemilik CV lainnya tidak diketahui keberadaannya,” terangnya. Antonius mengaku dalam waktu dekat akan ada beberapa pihak yang akan diminta keterangan. Termasuk PPK proyek tersebut. Meski sempat diperiksa sebanyak dua kali. Namun penyidik menganggap ada hal penting lainya yang mesti harus dilakukan klarifikasi kembali.

“Kami sudah mengeluarkan surat panggilan,” akunnya Antonius menegaskan untuk kasus Fiberglass, hampir setiap hari ada pihak yang diperiksa. Karena ditargetkan kasus tersebut harus segera tuntas. Sehingga tidak ada tunggakan kasus. “Kami ingin bagaimana semuanya cepat dituntaskan,” pungkasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close