Empat Tersangka Warga Penatoi Diduga Intelijen Teroris

ilustrasi
ilustrasi

tribratanewsntb.com – Mataram, Empat warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, diketahui berperan sebagai intelijen dalam jaringan FJ, terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Mabes Polri pada Senin (15/2) lalu.

Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) AKBP Anom Wibowo kepada wartawan di Mataram, Selasa (23/2), menerangkan keterlibatan empat warga yang diamankan pascapenggerebekan FJ di kediaman orang tuanya, Darwis, itu diketahui setelah menerima informasi dari tim Densus 88/Antiteror Mabes Polri.

“Jadi mereka ditetapkan sebagai tersangka, karena diketahui terlibat dalam jaringan FJ.Mereka ini bertugas sebagai intelijen FJ,” kata Anom Wibowo.

Hal tersebut dikatakannya berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) tim penyidik Densus 88/Antiteror Mabes Polri. Empat warga Penatoi yang terindikasi sebagai intelijen itu adalah IM, SHP, LM, dan AS.

“Jadi target operasi terakhir jaringan mereka ini adalah anggota kami yang bertugas di lapangan,” ucapnya.

Anggota kepolisian yang menjadi target operasi Ejaringan FJ ini, ujar Anom, yakni yang bertugas sebagai pengamanan di Bank BNI Cabang Bima dan PLTD Bima.

Terkait dengan motif jaringan FJ mengincar anggota kepolisian yang bertugas di wilayah setempat, Anom mengaku tidak mengetahuinya.Ia menegaskan bahwa penanganan kasus ini ada di tangan Densus 88/Antiteror Mabes Polri, sementara informasi yang diperoleh hanya sebatas apa yang telah disampaikan penyidik.

“Wewenang penanganan kasus ini ada di tangan Mabes Polri.Jadi kami hanya bisa menyampaikan sebatas apa yang telah disampaikan,” kata mantan Wadir Ditreskrimsus Polda Jawa Timur itu.(azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close