Polisi Amankan Pembuat Rokok Ilegal

29 Februari, 2016
111 Views

images

tribratanewsntb.com – Gerung, Anggota Sat Sabhara Polres Lobar setiap hari melaksanakan Patroli di seputaran wilayah Lombok Barat, kemarin senin (22/2) sekitar pukul 13.00 Wita saat melakasanakan patroli melihat seorang laki-laki membawa 1 tas plastik yang berisi kurang lebih 15 bungkus rokok yang bungkusnya lain seperti rokok yang ada dipasaran.

Melihat hal tersebut unit patroli berhenti dan menanyai identitas laki-laki tersebut yang bernama Budiman dan mengaku rokok itu dibelinya disebuah rumah yang ada di Dusun Sedayu Desa Kediri Selatan Lombok Barat. Mendapat keterangan tersebut kemudian Budiman dibawa ke Unit II Sat Reskrim Polres Lobar untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah diintrograsi oleh Unit II Sat Reskrim selanjutnya tim turun kelapangan bersama dengan budiman untuk menunjukkan lokasi ia membeli rokok tersebut. Sekitar pukul 15.00 Wita tim tiba dilokasi yang dimaksud dan menemukan sebuah rumah yang dijadikan tempat untuk memproduksi rokok merk BJM yang diawa oleh Budiman.

Pemilik rumah tersebut berinisial HP, 47 Tahun asal Madura. Setelah menemui pemilik rumah anggota melanjutkan dengan pemeriksaan dokumen perizinan terkait rokok yang diproduksinya tidak berisi peringatan bahaya merokok dan gambar yang biasanya ada pada bungkus rokok dipasaran.

Untuk sementara tempat produksi rokok tersebut ditutup dengan memasang Garis Polisi (Police Line) dan mengamankan barang bukti berupa: Tembakau, cengkeh, saus ,chasing (obat tembakau), kertas rokok merk BJM, bungkus rokok dan rokok yang sudah siap edar serta mengamankan alat bukti dokumen perizinan yang ditunjukkan sebelumnya oleh HP.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap HP dan disangkakan telah melanggar pasal 119 ayat (1) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dimana setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau memasukkan rokok kedalam wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia dengan tidak mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah). (yos/wea)

You may be interested

Ngamuk Di Pasar, Preman ini Malah “Nangis” Saat Akan Ditangkap Polisi
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

Ngamuk Di Pasar, Preman ini Malah “Nangis” Saat Akan Ditangkap Polisi

Polres Dompu - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44563" align="alignnone" width="300"] Salah seorang preman saat akan ditangkap sehabis mengamuk dipasar[/caption] Dompu - Sejatinya seorang preman berbadan tegap…

Jelang Akhir Tahun, Polres Dompu Terus Pantau Harga Sembako
Binkam
shares5 views
Binkam
shares5 views

Jelang Akhir Tahun, Polres Dompu Terus Pantau Harga Sembako

Polres Dompu - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44557" align="alignnone" width="300"] Petugas kepolisian melakukan pemantauan harga secara langsung[/caption] Dompu - Satuan Reserse Kriminal Resor Dompu terus lakukan…

Binkam
shares7 views

Kapolres Lotim ; Sebagai Personel Polri, Pegang Teguh Komitmen Netralitas

Polres Lotim - Des 12, 2017

[caption id="attachment_44552" align="alignleft" width="341"] PESRTA UPACARA DALAM RANGKA PERGESERAN PASUKAN[/caption] Selong - Polres Lombok Timur Lakukan Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan…

Leave a Comment

Your email address will not be published.