Diduga Pengedar Uang Palsu, Dua Perempuan Diamankan Polisi

12782363_584179968411497_2048812046_n

Berniat memborong perhiasan mutiara, dua perempuan AT dan NA dilaporkan oleh pemilik toko perhiasan kepada pihak Kepolisian karena curiga uang yang akan dipakai berbelanja adalah uang palsu.

Kapolsek Pagutan Ipda I Wayan Putu Darsana di Mataram, Senin(22/2), mengatakan telah berhasil mengamankan dua perempuan pada hari Minggu (21/2)malam berdasarkan laporan dari pemilik toko perhiasan tempat dimana kedua pelaku hendak membeli mutiara yang curiga dengan gerak gerik kedua perempuan itu.

“Kami berhasil mengamankan keduanya beserta barang bukti uang kertas diduga palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 171 lembar, satu buku tabungan BCA, satu buku tabungan BRI Britama, sebuah gelang rodium silver bermata permata dan satu amplop coklat tempat menyimpan uang,” katanya.

Belakangan diketahui pelaku berinisial AT (26) berasal dari Pulau Jawa, yang mengontrak rumah di wilayah Cakra Negara Kota Mataram, sedangkan NA (31) berasal dari Dusun Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat.

Keduanya sempat diamankan oleh warga yang mengetahui mereka membawa uang palsu yang disimpan di dalam tas yang rencananya akan dipakai untuk berbelanja di salah satu toko emas di Kelurahan Pagutan.

Darsana mengatakan setelah penangkapan berdasarkan pengakuan AT, pihaknya kemudian melakukan penggeledahan di kos pelaku berinisial AT yang terletak di Jalan Subak IV No 11A, Lingkungan Karang Jangu, Kelurahan Sapta Marga, Cakranegara, Mataram.

Dari hasil penggeledahan, didapat barang bukti sebuah alat pemotong kertas, uang kertas diduga palsu pecahan 50.000 rupiah sebanyak 49 lembar, dua lembar uang kertas palsu yang belum dipotong, 1 amplop coklat tempat menyimpan uang palsu, sebilah pisau cutter merek Joyko, dua buah penggaris besi dan sebuah kardus printer merk Epson tipe L.220.

Selanjutnya kedua  pelaku terancam Pasal 244 juncto 245 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan dan peredaran uang palsu dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. [hoff]

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close