Warga Penatoi Mulai Tolak Paham Radikal

ilustrasi
ilustrasi

tribratanewsntb.com – Mataram. Suatu kemajuan yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh masyarakat Penatoi sejak dilakukannya penangkapan terduga teroris FJ di wilayah Penatoi, Kecamatan Mpunda Kota Bima, Nusa Tenggara Barat pada Senin 15 februari 2016 yang lalu. Masyarakat Penatoi terlihat lebih peduli dengan lingkungannya dan berani menepis upaya masuknya paham-paham radikal yang sarat di wilayahnya.

Apresiasi akan kemauan masyarakat Penatoi dalam menangkal paham radikalisme ini disampaikan langsung oleh Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono SH, MH saat ditemui media di Masjid Baitussalam Polda NTB Kemarin, Kamis (18/2).

“Sekarang orang Penatoi mulai mau peduli dengan lingkungannya untuk menolak paham radikal, itu sesuatu yang sangat luar biasa” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolda menyusul pertemuan yang dilakukan oleh masyarakat Penatoi pada hari Selasa 16 Februari 2016 lalu di Kantor Kelurahan Penatoi membahas tentang keamanan lingkungan yang belakangan dianggap sebagai tempat yang sangat rawan untuk perkembangan kelompok radikal.

Dijelaskan Umar, Pada pertemuan yang diinisiasi oleh para tokoh masyarakat Penatoi itu intinya membahas tentang upaya masyarakat Penatoi menangkal gerakan kelompok-kelompok radikal yang hendak menyebarkan ajarannya di wilayah itu.

“Semua Muspika dan masyarakat Penatoi kini mau turun tangan terlibat dalam menjaga keamanan dan menolak paham-paham radikal di wilayahnya, hal itu sangat membantu Polri” imbuhnya.

Masih menurut Umar, mereka (masyarakat Penatoi-red) membuat kesepakatan tertulis yang intinya menganulir kembali setiap pusat kegiatan agama dan kegiatan masyarakat disana yang didominasi oleh kelompok garis keras dimana kepengurusan dan kegiatannya harus dikuasai kembali oleh masyarakat penatoi dan pemerintah. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close