Kadus Pengedar Narkoba Ditangkap Polisi

ilustrasi barang bukti shabu saat jumpa pers Polda NTB
ilustrasi barang bukti shabu saat jumpa pers Polda NTB

tribratanewsntb.com Mataram – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menangkap Kepala Dusun Brora, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, berinisial MA alias Yung (41), karena Dodge telah mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti kepada wartawan di Mataram, Kamis, membenarkan bahwa MA ditangkap pada Rabu (10/2) siang, dengan dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba Polres Sumbawa bersama tim gabungan dari personel Satgas Operasi Antik Gatarin 2016.

“Pelaku yang berprofesi sebagai kepala dusun ini ditangkap dirumahnya bersamaan dengan sejumlah barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu,” kata Tri Budi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan anggota, antara lain narkoba jeni sabu-sabu sebanyak lima poket yang disimpan dalam plastik dengan berat keseluruhannya mencapai 6,5 gram, dan jika dinilaikan sebesar Rp17,5 juta.

Selain itu, pihak kepolisian turut mengamankan dua telefon genggam miliknya yang diduga digunakan sebagai fasilitas transaksi dengan para pelanggan dan uang tunai sebesar Rp450 ribu.

“Uang tunai itu diduga adalah hasil transaksinya,” ujar Tri Budi.

Barang bukti yang menguatkan pelaku berperan sebagai pengedar pun telah diamankan, berpa dua plastik sedotan yang diduga digunakan untuk memaketkan sabu-sabu ke dalam poket. Termasuk, buku catatan kecil yang isinya diduga adalah hasil penjualan sabu-sabu.

“Ada juga ditemukan sebuah senjata api jenis ‘softgun’ beserta sarungnya, tanpa peluru,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, barang haram tersebut diperolah dari Kota Mataram, tepatnya dari wilayah Karang Bagu, Kecamatan Cakranegara.

Barang itu, lanjutnya, didapat pelaku pada Selasa (9/2) malam, dengan cara dipesan dan diantarkan langsung oleh kurir dari Karang Bagu. Harga per poketnya Rp1,5 juta dan dijual kembali oleh MA dengan harga Rp1,7 juta.

“Pelaku sudah menjalankan aksinya sejak 2014 lalu. Dalam satu bulan, pelaku mengakui bahwa dirinya mendapatkan penghasilan mencapai Rp60 juta,” kata Tri Budi.

Lebih lanjut, kini pihak kepolisian sedang memburu oknum pemasok barang haram itu hingga berani mengirimnya ke pulau seberang dengan jumlah paketan hingga bernilai belasan juta.

“Kasus ini masih didalami, kami yang berada di Mataram juga sedang memburu siapa pemasok barang ini hingga sampai ke Pulau Sumbawa,” ucapnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close