Polres Lotim Tanggung Biaya Pengobatan Korban Luka Saat Unjuk Rasa

28 Januari, 2016
76 Views
Kapolres Lotim AKBP Karsiman saat membesuk korban luka saat unjuk rasa.

Kapolres Lotim AKBP Karsiman saat membesuk korban luka saat unjuk rasa.

tribratanewsntb.com Selong – Kepolisian Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap korban yang terluka saat unjuk rasa penolakan pengerukan pasir di perairan Lombok Timur yang rencananya digunakan untuk reklamasi di Teluk Benoa, Bali.

Kapolres Lombok Timur AKBP Karisman kepada media di Mataram, Rabu (27/1), berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan para warga yang menjadi korban dalam unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

“Semua korban luka maupun yang mengalami sesak nafas sudah dilarikan ke rumah sakit, dan langsung kami cek. Untuk itu, sebagai bentuk tanggung jawab kami, seluruh biaya pengobatannya ditanggung,” kata Karisman.

Aksi unjuk rasa seribuan warga yang berasal dari Labuhan Haji, Kruak, dan Jero Waru, mulai terjadi pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.30 WITA.

Massa yang jumlahnya mencapai seribuan orang itu, mengawali aksinya di depan Kantor DPRD Lombok Timur. Namun, karena merasa tidak puas atas aspirasinya yang tidak tersampaikan langsung kepada dewan, massa melanjutkan ke depan Kantor Pemkab Lombok Timur.

Saat menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Pemkab Lombok Timur, dengan menyasar pimpinan daerah setempat, muncul aksi brutal dari sejumlah warga yang memicu kericuhan di tengah massa aksi tersebut.

“Awalnya mereka tertib melaksanakan unjuk rasa, namun karena ada pelemparan, anggota langsung melakukan penertiban,” ujarnya.

Namun, karena tindakan tersebut tidak juga diindahkan, anggota yang turun mengamankan langsung diperintahan untuk menyemprotkan gas air mata ke tengah massa. “Tujuan awal kami untuk mencerai berai massa, agar tidak berlanjut pada anarkistis,” katanya.

Akibatnya, kata Karisman, ada sejumlah warga yang mengalami sesak nafas, terjatuh, bahkan berakibat pada tabrakan sesama pengunjuk rasa.

“Ada enam orang yang mengalami luka-luka, tapi sekarang sudah mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Terkait dengan penyampaian orasi, Karisman mengatakan bahwa pihak kepolisian telah berupaya mncarikan solusi, dengan cara melakukan mediasi, antara pengunjuk rasa dengan pihak pemkab.

“Sejumlah perwakilan dari massa, kami persilakan untuk bertemu dengan pejabat pemda, guna menyampaikan aspirasinya secara langsung,” ucapnya.

Untuk hasil mediasi tersebut, Karisman mengaku tidak mengetahui. Ia menegaskan bahwa pihaknya bertugas sesuai dengan garis koordinasi, yakni untuk mengamankan aksi massa agar tidak terjadi bentrokan atau perusakan.

“Yang jelas, setelah terjadi pertemuan dengan pihak pemkab, massa membubarkan diri secara tertib,” kata Karisman. (azi)

You may be interested

Lagi Lagi Tim Ops Sat Reskrim Melakukan Penggerbekan Sabung Ayam
Reskrim
shares4 views
Reskrim
shares4 views

Lagi Lagi Tim Ops Sat Reskrim Melakukan Penggerbekan Sabung Ayam

Polres Bima Kota - Agu 19, 2017

[caption id="attachment_37293" align="alignleft" width="295"] Tim Ops sat reskrim saat melakukan penggerbekam[/caption] Bima Kota - Berbagai upaya yang terus dilakukan Polres…

Dalmas Polda NTB Perkuat Soliditas dengan Perangkat Desa dan Satpam dalam Menjaga Kamtibmas  
Binkam
shares2 views
Binkam
shares2 views

Dalmas Polda NTB Perkuat Soliditas dengan Perangkat Desa dan Satpam dalam Menjaga Kamtibmas  

DIT SABHARA - Agu 19, 2017

Mataram - Semakin kompleksnya permasalahan di tengah keberagaman masyarakat saat ini menyebabkan angka kriminalitas disadari atau tidak juga akan meningkat.…

Sabhara Polda NTB Amankan Giat Bulan Pesona Lombok sumbawa 2017
Binkam
shares4 views
Binkam
shares4 views

Sabhara Polda NTB Amankan Giat Bulan Pesona Lombok sumbawa 2017

DIT SABHARA - Agu 18, 2017

‏Mataram – Jum'at (18/08/2017) Pukul 11.30 wita anggota Dalmas Polda NTB Ton 3 ki 2 melaksanakan apel persiapan dan doa…

Leave a Comment

Your email address will not be published.