Apel Perpisahan Dir Reskrimum Polda NTB “Maafkan Saya”

Prosesi upacara serah terima jabatan Dir Reskrimum Polda NTB
Prosesi upacara serah terima jabatan Dir Reskrimum Polda NTB (tribratanewsntb)

tribratanewsntb.com Mataram – Hari ini, Selasa (12/1) merupakan apel terakhir Kombes Pol Drs, Kurdi .SIK yang menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB dan segera akan diserah terimakan kepada penggantinya AKBP Anom Wibowo SIK.,M.SI.

Lapangan Gajah Mada Polda NTB tampak tertunduk saat apel perpisahan itu. ” Mutasi jabatan merupakan hal yang biasa, tapi kali ini saya merasa ada yang yang tidak biasa,” Kata Kurdi dihadapan seluruh peserta apel pagi.

Dia menyampaikan bahwa setelah menjabat di sini (NTB,Red) selama kurun waktu 2 tahun 3 bulan lebih beberapa hari, dia merasa sangat terkesan dan penuh dengan tantangan.

“Orang NTB punya karakter khusus dan butuh penanganan spesifik serta personil yang spesifik juga” ujarnya.

Pejabat yang akan segera bergeser diposisi baru sebagai dosen utama PTIK itu menyampaikan bahwa tantangan tugas di NTB dia rasakan begitu kompleks dan itu akan dijadikannya sebagai bekal ajar pengalaman saat nantinya mengajar kepada mahasiswa PTIK di tempat barunya.

“Orang disini mudah meledak dan cepat menganggap orang sebagai musuh tapi disatu sisi murah hati juga cepat baik dan percaya dengan seseorang” ungkapnya.

Dalam masa jabatannya di satuan Reserse Kriminal Umum, dia mengaku bahwa tempat itu merupakan posisi yang dilematis, karena tidak mungkin dapat memuaskan semua pihak. Antara pelapor dan terlapor pasti bertentangan dan disitulah seorang anggota reserse harus dapat menempatkan diri dengan tepat adil.

“Sebagai manusia saya pasti pernah salah dalam pergaulan disini, apalagi dengan jabatan di Reserse itu sangat rentan saya dapat menyinggung perasaan saudara-saudara sekalian” katanya.

Dalam kesempatan yang baik dan terbatas itu, Kurdi menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada seluruh jajaran Polda NTB dan masyarakat NTB secara luas juka ada kesalahan maupun tindak tanduk serta kebijakan yang dianggap tidak mengena dihati.

“Saya minta maaf, tapi kalau seandainya ada yang masih mengganjal dan tidak puas dengan saya sehingga harus dibalas dengan setimpal, saya menunggu untuk itu karena saya mau tanpa beban meninggalkan NTB ini” pungkasnya. (azi)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close